Showing posts with label Wanita. Show all posts
Showing posts with label Wanita. Show all posts
"Dan jika mbesok ajal ibu datang, ibu ingin kalian puteri2 ibu yg memandikan jenazah ibu. Ibu ingin dimandikan di pangkuan kalian. Dan ibu ingin kamu, anak lanangku, yang ngimami sholat jenazahnya. Biar gak sia2 ibu mendidik kalian sejak kecil, mendoakan kalian agar jadi anak sholeh sholehah".- Pak Aceng Karimullah
Bila Belum Saatnya
“Saya bingung, Om. Orang tuanya mendesak saya untuk segera
menikah dengan dia,” ujar Rudi kepadaku. Nampaknya ia sedikit cemas dengan
masalahnya.
Aku menyentuh janggutku yang sedikit lebat, diam menyimak cerita keponakanku.
“Mereka takut anaknya patah hati atau bagaimana. Ya saya sih
oke-oke aja, Om. Tapi Mami inginnya saya jangan terburu-buru menikah. Saya juga
baru lulus,” lanjutnya
Aku membenarkan posisi dudukku, “Kamu mau denger pendapat
Om?”
Rudi menjawabnya dengan sebuah anggukan kecil, “Saya kan
kesini emang ingin denger masukan dari Om,”
Aku menghela nafas, “Harusnya masalah seperti ini nggak perlu terjadi,”.
Jadi Akhwat Jangan Genit
Jadi Akhwat Jangan Genit
Pakai bedak kok sampe enam lapis
Maunya sih biar kelihatan manis
Belum lagi minyak wangi yang seember
Apalagi tujuannya kalau bukan biar para ikhwan lumer
Pakai bedak kok sampe enam lapis
Maunya sih biar kelihatan manis
Belum lagi minyak wangi yang seember
Apalagi tujuannya kalau bukan biar para ikhwan lumer
Belajar dari Mujahidah Senja
Oleh: Miftahul Jannah
4 Mei 2006 06:06 WIB
Jika gelap datang tiba-tiba
Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terang-benderang
Sebijak apakah kita menyikapinya?
Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, ya… tidak sebelum dia benar-benar menginspirasi saya. Dia adalah kakak angkatan saya. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas, satu fakultas, satu jurusan, dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas, namun juga di bidang yang berbeda.
4 Mei 2006 06:06 WIB
Jika gelap datang tiba-tiba
Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terang-benderang
Sebijak apakah kita menyikapinya?
Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, ya… tidak sebelum dia benar-benar menginspirasi saya. Dia adalah kakak angkatan saya. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas, satu fakultas, satu jurusan, dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas, namun juga di bidang yang berbeda.
Akwat Sejati
Seorang gadis cilik bertanya pada Ayahnya
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab
“Abi…ceritakan padaku tentang Akhwat Sejati”
Sang Ayah pun menoleh dan tersenyum seraya menjawab

Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dari
Saudariku, Ayo Berhijab!
Aku mendapatkan gambar ini dari seorang teman. Aku sangat berterima kasih padanya karena ia begitu peduli dengan wanita, khususnya cara kami berpakaian. pertama kali melihat gambar itu, aku tertawa. Itu loh, visualisasi wanita yang tidak berhijab. Lucu sekali penggambarannya, bahkan di situ digambarkan sambil bergaya, berbeda dengan gambar wanita berhijab yang berdiri dengan sopan. Gambar itu benar-benar jujur, menggambarkan realita yang ada bahwa masih banyak teman-teman kita yang masih berpakaian seperti itu.
Tapi yang bikin gambar itu sangat lucu buatku, aku seperti melihat diriku beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya orang tua telah mengajarkanku berpakaian yang benar sesuai syariat. Ibuku memberi contoh dengan menggunakan pakaian yang benar juga. Beliau selalu memilih dan memakai pakaian yang longgar. Yaa, walaupun beliau tidak menyukai rok, beliau selalu memastikan memakai celana panjang yang lebar dan tidak ketat. beliau juga memakai blus yang panjang menutupi paha. Sementara Bapak, semenjak aku memutuskan untuk berjilbab ketika kelas 4 SD, bapak selalu membelikanku pakaian yang pantas dan sesuai syariat: longgar dan tidak menerawang. Beliau bahkan tak jarang menyertaiku ketika aku hendak membeli pakaian baru.
Aku pun bertambah usia, dan seiring waktu berlalu, Bapak mungkin berpikir aku sudah dewasa, sehingga beliau tidak lagi menentukan pakaian-pakaian yang harus aku kenakan. Akulah sendiri yang harus menentukan sendiri. Awalnya kupikir itu tidak masalah, toh aku rasa aku tahu bagaimana cara berpakaian yang baik.
Tetapi ketika di SMA, sekitar kelas sebelas atau dua belas, aku diejek temanku karena pakaianku. Mereka bilang pakaianku kuno dan terlihat seperti bu-ibu. Mungkin karena pengaruh pergaulan, akhirnya aku mulai berani memakai celana jins ketat. Yaa walaupun aku masih memakai blus panjang yang menutup paha. Kadang-kadang aku sendiri merasa tidak nyaman dengan pakaian itu, tapi aku sungguh benci diejek teman-teman karena pakaianku. Benar-benar aku telah menjadi korban mode.
Tapi semuanya berubah ketika aku lulus danpindah ke lingkungan yang baru. Aku berkenalan dengan seorang teman yang pakaiannya islami, longgar, ia selalu menggunakan rok panjang. Suatu hari ia pernah berkata, kalau kita tidak dapat menjaga aurat kita, maka itu akan menimbulkan dosa bagi diri kita sendiri dan bagi orang yang melihatnya.
Dari situ aku menyadari pentingnya berhijab, menutup aurat, dan itu adalah sebuah keharusan. Dan untuk pertama kalinya, aku mengerti mengapa Ibu dan Bapak begitu cerewet dalam mengatur urusan berpakaian kami, anak-anaknya.
Sejujurnya, aku belum bisa dikatakan telah berhijab dengan sempurna seperti dalam gambar itu. Ya, aku Cuma punya satu gamis. Tapi aku berusaha berpakaian sesuai syariat. Aku tak lagi memakai celana jinsku yang ketat itu. Aku mulai memakai rok panjang yang dipadu dengan blus atau kaus yang longgar. Saat ini aku sedang mencoba menggunakan jilbab yang lebih lebar. Walau sempat ditertawakan dan diangap berlebihan, aku tetap ingin melakukan apa yang menurutku benar.
Aku sungguh berterima kasih pada orang tuaku, karena dengan didikan dan tuntunan mereka sedari kecil, aku tidak terlalu kesulitan untuk berusaha berhijab. Karena terbiasa, barangkali. Juga pada temanku yang mengigatkanku pentingnya menutup aurat. Sungguh suatu nikmat dari Allah aku dipertemukan dengan teman-teman yang begitu baik dan membawa kebaikan.
Saudariku, mungkin kalian menganggap ini berlebihan. Tapi semua yang kulakukan saat ini tak lebih bahwa aku ingin menutup aurat seperti yang Allah ajarkan pada kita. aku ingin jadi muslimah sejati, dimulai dari cara berpakaian kita. Aku lebih bahagia kalau kalian pun memiliki pikiran yang sama sehingga kita bisa mencapai surga bersama-sama pula.
Eight Conditions of Muslimah Wearing
In one chance of recitation, I was told that there are eight conditions women have to do in dressing as muslimat. From the picture I’ve shown you before, we know seven conditions. They are as below.
- Clothing must cover the entire body, only the hands and face may remain visible.
- The material must not be so thin that one can see through it.
- The clothing must hang loose so that the shape/ form of the body is not apparent.
- The female clothing must not resemble the man’s clothing.
- The design of clothing must not resemble the clothing of the non believing women.
- The design must not consist of bold design which attract attention.
- Clothing should not be worn for the sole purpose of gaining reputation or increasing one’s status in society.
One additional condition is that the clothing must not be given any fragrant which can attract one who smells it.
Next time, Insha Allah I will give you verses of Quran and hadiths which underlie those condition.
Keep istiqamah! :D
Sisters, Let's Get Hijab!
I got this picture from my friend. I really thank to him because he really cares 'bout women, especially women's clothing and appearance. I first laughed when I saw this picture. The picture of three girls not in hijab, that's really funny. Even the picture shows that the girls pose like models. That picture "tells" the truth, the fact that there are so many girls still get dressed like that.
But what makes it really funny to me is because I see my self some years ago. Actually, my parents teach me to dress as well as muslimat should dress. My mother always use loose clothes. Well, she doesn't like using long skirt, she likes using trousers but she always makes sure that they're loose. She also uses blouses which are long and cover thigh.
My father, since I decided to use jilbab when I was in fourth grade, he used to buy me appropriate dresses: loose and not thin. He often accompanied me when I want to buy clothes.
Teman Kamu
Semua orang bisa kita jadikan teman. Tetapi hanya satu atau dua orang yang bisa jadi sahabat dekat. Dan untuk memilih seorang sahabat dekat, sebaiknya akhwat memilih akhwat, ikwan memilih ikhwan, karena hanya sesama wanita yang mengerti setiap detail tentang wanita dan begitupun dengan pria. Jika ada yang berkata bersahabat dengan lawan jenis itu lebih cocok, itu hanya sedikit dari tipu daya syetan.
Kadang aku merasa terlalu dekat dengan seorang pria, tapi lebih sering menyadari pertemanan kami biasa saja. Kadang aku merasa terlalu akrab dengannya, tapi tak jarang juga kami bersikap dingin satu sama lain. Beberapa kali ia meminta bantuan padaku, tetapi aku lebih sering menyusahkannya.
Ada yang salah! Entahlah apakah ia menyadarinya. Tapi semoga saja ia tidak salah sangka.
Logika, Cinta, dan Hati
by Arif Sofiyanto on Sunday, 21 August 2011 at 12:17
Seperti biasa, aku berdiri di depan kaca jendala itu dan memandang jauh menatap keramaian di sekelilingku. Secara tak sengaja penglihatanku teralihkan oleh pasangan kekasih yang kebetulan sedang melintasi jalanan itu. Menurutku mereka bukanlah pasangan suami istri, terlihat dari wajah si pria yang masih muda...kurang lebih sepantaranlah dengan aku...dan juga si gadis yang mengenakan seragam SMA. Mereka terlihat romantis, mereka saling berpegangan tangan, tertawa bersama. Mereka saling mengasihi satu sama lain. Bahkan dalam angan ku mereka jauh lebih harmonis daripada pasangan yang sudah menikah. Maklumlah...kedua remaja itu sedang tergila-gila oleh asmara.
Sering kali kebanyakan orang (mungkin juga aku) ketika telah saling mencintai maka semua yang ada pada orang yang kita cintai akan terlihat begitu indah. Semua tingkah laku, tutur kata, wajah, bahkan namanya saja akan terlihat “wah” dalam benak kita. Apapun itu...yang penting dengan si dia maka akan terasa begitu menyenangkan. Bahkan dalam nasihat di suatu pengajian, tidak jarang para penasihat yang menggambarkan, “ketika ngaji kita hanya melihat sandalnya saja, ooo...hati ini rasanya langsung mak nyess, degdegser ra karuan.” Bayangkan...itu hanya sebatas melihat sandalnya, belum melihat orangnya. Itulah mengapa salah seorang temanku kurang setuju bila orang mengatakan bahwa “cinta itu buta”, tapi menurut dirinya “cinta itu tidak buta, tapi mematikan logika”.
Ketika si pria meminta bantuan pada si gadis, maka dengan hati yang gembira si gadis akan membantu.
Ketika si pria menasihati pada si gadis, maka si gadis akan mematuhinya.
Ketika si pria mengeluh mengenai keadaannya, maka si gadis dengan sabar mendengar kesah keluhnya.
Begitu juga sebaliknya, ketika si gadis membutuhkan bantuan maka si pria akan selalu ada untuknya.
Sayangnya hal itu mereka lakukan ketika belum ada ikatan diantara mereka. Mereka belum menjadi suami istri. “Wah kalo belum jadi suami istri aja udah romantis kaya gitu, apalagi kalo udah jadi suami istri....tambaaah romantis”. Mungkin ada sebagian yang akan berpikiran demikan. Tapi kenyataan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita pikiran. Setahun, dua tahun, tiga tahun mungkin kondisi diatas masih bisa kita rasakan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saat kita sudah mengenal sifat satu sama lain mungkin kondisi diatas lama-kelamaan akan memudar. Ketika belum menikah seakan-akan si gadis sangat “toat” kepada si pria. Si gadis selalu menurut dengan nasihat yang diberikan si pria, si gadis selalu bertutur kata baik dihadapan si pria dan masih banyak lagi. Tapi ketika sudah menjadi pasangan suami istri ada kalanya yang namanya ketoatan seorang istri terhadap suami akan berkurang. Bahkan yang pernah aku jumpai, jangankan untuk toat pada suami, hanya sekadar tersenyum pun si istri enggan. Itulah mengapa dalam sebuah hadist dikatakan bahwa surganya istri itu ada pada toatnya dia pada suami, hal itu karena saking beratnya yang namanya sebuah ketoatan. Begitu pula sebaliknya, ketika belum menikah si pria berjanji pada si gadis akan setia sehidup semati, berjanji akan selalu menjaganya, dan masih banyak lagi rayuan-rayuan gombal yang dia lontarkan. Tapi setelah menikah, masakan kurang enak marah, rumah belum bersih muring-muring, anaknya nangis malah dibentak-bentak. Naudzubillahimindzalik...Sungguh ironis, tidak seperti saat mereka sedang ta’aruf, saat mereka masih dibuai oleh asmara, saat “cinta mematikan logika” mereka.
Trus gimana dong? Berati kita ga usah mencintai seseorang.
Mencintai seseorang itu boleh-boleh saja. Memang itulah tujuan Alloh menciptakan laki-laki dan perempuan yaitu itu saling mencintai dan mengasihi. Asalkan dalam mencintai dan mengasihi seseorang, kita masih dalam batas yang wajar dan bukan mencintai karena hawa nafsu. Janganlah mencintai seseorang berdasarkan logika tapi pakailah hati untuk mencintai seseorang. Karena cinta tidak bisa melemahkan keimanan di dalam hati, tapi cinta akan menguatkan keimanan kita kepada Alloh.
Dari Anas r. a. dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda “Ada 3 perkara, barang siapa yang 3 hal itu ada pada dirinya, maka ia akan menjumpai manisnya keimanan. Yaitu jika ia lebih mencintai Alloh dan Rosul-Nya ketimbang mencintai keduanya, jika dia mencintai pada seseorang dimana dia mencintainya dengan niat karena Alloh, dan dia benci apabila kembali pada kekafiran sebagaimana benci dia bila dimasukkan ke dalam neraka.”
Ingatlah...Ketika seseorang yang kita cintai ternyata nantinya memang jodoh kita, maka tanpa rayuan-rayuan gombal pun nantinya dia juga akan menjadi milik kita. Hakikatnya jodoh itu akan selau mendekatkan diri kita pada Alloh karena pada dasarnya jodoh adalah pemberian dari Alloh. Maka ketika kita dekat dengan jodoh kita, seharusnya kita juga merasa lebih dekat dengan Alloh. Oleh karena itu, masalah jodoh mintalah dengan baik-baik pada Alloh.
Semoga Alloh memberikan manfaat dan barokah.
Romadhon 1432H
Ditengah keluarga yang harmonis
Cross-posting "Logika, Cinta, dan Hati"
disalin tanpa perubahan
Seperti biasa, aku berdiri di depan kaca jendala itu dan memandang jauh menatap keramaian di sekelilingku. Secara tak sengaja penglihatanku teralihkan oleh pasangan kekasih yang kebetulan sedang melintasi jalanan itu. Menurutku mereka bukanlah pasangan suami istri, terlihat dari wajah si pria yang masih muda...kurang lebih sepantaranlah dengan aku...dan juga si gadis yang mengenakan seragam SMA. Mereka terlihat romantis, mereka saling berpegangan tangan, tertawa bersama. Mereka saling mengasihi satu sama lain. Bahkan dalam angan ku mereka jauh lebih harmonis daripada pasangan yang sudah menikah. Maklumlah...kedua remaja itu sedang tergila-gila oleh asmara.
Sering kali kebanyakan orang (mungkin juga aku) ketika telah saling mencintai maka semua yang ada pada orang yang kita cintai akan terlihat begitu indah. Semua tingkah laku, tutur kata, wajah, bahkan namanya saja akan terlihat “wah” dalam benak kita. Apapun itu...yang penting dengan si dia maka akan terasa begitu menyenangkan. Bahkan dalam nasihat di suatu pengajian, tidak jarang para penasihat yang menggambarkan, “ketika ngaji kita hanya melihat sandalnya saja, ooo...hati ini rasanya langsung mak nyess, degdegser ra karuan.” Bayangkan...itu hanya sebatas melihat sandalnya, belum melihat orangnya. Itulah mengapa salah seorang temanku kurang setuju bila orang mengatakan bahwa “cinta itu buta”, tapi menurut dirinya “cinta itu tidak buta, tapi mematikan logika”.
Ketika si pria meminta bantuan pada si gadis, maka dengan hati yang gembira si gadis akan membantu.
Ketika si pria menasihati pada si gadis, maka si gadis akan mematuhinya.
Ketika si pria mengeluh mengenai keadaannya, maka si gadis dengan sabar mendengar kesah keluhnya.
Begitu juga sebaliknya, ketika si gadis membutuhkan bantuan maka si pria akan selalu ada untuknya.
Sayangnya hal itu mereka lakukan ketika belum ada ikatan diantara mereka. Mereka belum menjadi suami istri. “Wah kalo belum jadi suami istri aja udah romantis kaya gitu, apalagi kalo udah jadi suami istri....tambaaah romantis”. Mungkin ada sebagian yang akan berpikiran demikan. Tapi kenyataan tidak selalu sejalan dengan apa yang kita pikiran. Setahun, dua tahun, tiga tahun mungkin kondisi diatas masih bisa kita rasakan. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saat kita sudah mengenal sifat satu sama lain mungkin kondisi diatas lama-kelamaan akan memudar. Ketika belum menikah seakan-akan si gadis sangat “toat” kepada si pria. Si gadis selalu menurut dengan nasihat yang diberikan si pria, si gadis selalu bertutur kata baik dihadapan si pria dan masih banyak lagi. Tapi ketika sudah menjadi pasangan suami istri ada kalanya yang namanya ketoatan seorang istri terhadap suami akan berkurang. Bahkan yang pernah aku jumpai, jangankan untuk toat pada suami, hanya sekadar tersenyum pun si istri enggan. Itulah mengapa dalam sebuah hadist dikatakan bahwa surganya istri itu ada pada toatnya dia pada suami, hal itu karena saking beratnya yang namanya sebuah ketoatan. Begitu pula sebaliknya, ketika belum menikah si pria berjanji pada si gadis akan setia sehidup semati, berjanji akan selalu menjaganya, dan masih banyak lagi rayuan-rayuan gombal yang dia lontarkan. Tapi setelah menikah, masakan kurang enak marah, rumah belum bersih muring-muring, anaknya nangis malah dibentak-bentak. Naudzubillahimindzalik...Sungguh ironis, tidak seperti saat mereka sedang ta’aruf, saat mereka masih dibuai oleh asmara, saat “cinta mematikan logika” mereka.
Trus gimana dong? Berati kita ga usah mencintai seseorang.
Mencintai seseorang itu boleh-boleh saja. Memang itulah tujuan Alloh menciptakan laki-laki dan perempuan yaitu itu saling mencintai dan mengasihi. Asalkan dalam mencintai dan mengasihi seseorang, kita masih dalam batas yang wajar dan bukan mencintai karena hawa nafsu. Janganlah mencintai seseorang berdasarkan logika tapi pakailah hati untuk mencintai seseorang. Karena cinta tidak bisa melemahkan keimanan di dalam hati, tapi cinta akan menguatkan keimanan kita kepada Alloh.
Dari Anas r. a. dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda “Ada 3 perkara, barang siapa yang 3 hal itu ada pada dirinya, maka ia akan menjumpai manisnya keimanan. Yaitu jika ia lebih mencintai Alloh dan Rosul-Nya ketimbang mencintai keduanya, jika dia mencintai pada seseorang dimana dia mencintainya dengan niat karena Alloh, dan dia benci apabila kembali pada kekafiran sebagaimana benci dia bila dimasukkan ke dalam neraka.”
Ingatlah...Ketika seseorang yang kita cintai ternyata nantinya memang jodoh kita, maka tanpa rayuan-rayuan gombal pun nantinya dia juga akan menjadi milik kita. Hakikatnya jodoh itu akan selau mendekatkan diri kita pada Alloh karena pada dasarnya jodoh adalah pemberian dari Alloh. Maka ketika kita dekat dengan jodoh kita, seharusnya kita juga merasa lebih dekat dengan Alloh. Oleh karena itu, masalah jodoh mintalah dengan baik-baik pada Alloh.
Semoga Alloh memberikan manfaat dan barokah.
Romadhon 1432H
Ditengah keluarga yang harmonis
Cross-posting "Logika, Cinta, dan Hati"
disalin tanpa perubahan
Cintamu Utuh Tak Tersentuh
Untuk Saudariku di jalan Alloh,
Jika ada yang bertanya bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan kujawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan rapi di lauhil mahfuzh..
Lantas apa yang perlu kaukhawatirkan, wahai sebaik-baik perhiasan dunia? Kau tak perlu mengejarnya yang belum pasti. Kehormatanmu, karena dirimulah mawar. Bukan mawar yang mengejar kumbang.
Jatuh cinta, aku pun mengalaminya. Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu. Tak pantas kita mengumbar perasaan yang belum halal untuk kita. Pikirkan seandainya dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang kau harap akan kautemui di sekolah, membuatmu menderita karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu. Dia tidak memilihmu atau bukan kau yang dia pilih. Di mana rasa malumu, saudariku?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menunjukkan cintamu pada lelaki lain…
Andai kita mendengar dan memahami perasaan lelaki. Wahai lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya. Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah?
Yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Maka tak perlu ada yang kaukhawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja sepanjang kalian tetap berada dalam naungan perintah dan batasan Tuhan.
Saudariku, sekali lagi, Alloh Yang Maha Mulia menciptakanmu dengan kemuliaan-Nya. Ia pun menganugerahimu kemuliaan. Kemuliaan seorang wanita berada pada puncaknya manakala ia mempertimbangkan pinangan seorang pejuang agama karena mengharap akan wajah Alloh.Seorang wanita akan jatuh martabatnya ketika memberi atau menerima cinta yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
Aku tak bermaksud menghalangimu mencintai seseorang. Ketahuilah, yang kucita-citakan tak lain adalah menjadi penghuni surga bersama kalian, para muslimah yang bisa menjaga kesucian, kehormatan dan harga dirinya. Itu saja.
Sampaikanlah kepadanya, "Barangkali saja kau yang akan memilihku belum kucintai saat ini. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, engkaulah yang kucinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan. Kalau ada cinta yang saat ini menggelayuti hati, ketahuilah, cinta adalah ujian dan marilah sama-sama kita jaga hati kita masing-masing hingga takdirNya yang akan menyelesaikan semuanya, insya Alloh."
Dari "Cintaku UTUH Tak Tersentuh" dengan sedikit coretan hati.
Jika ada yang bertanya bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan kujawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan rapi di lauhil mahfuzh..
Lantas apa yang perlu kaukhawatirkan, wahai sebaik-baik perhiasan dunia? Kau tak perlu mengejarnya yang belum pasti. Kehormatanmu, karena dirimulah mawar. Bukan mawar yang mengejar kumbang.
Jatuh cinta, aku pun mengalaminya. Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu. Tak pantas kita mengumbar perasaan yang belum halal untuk kita. Pikirkan seandainya dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang kau harap akan kautemui di sekolah, membuatmu menderita karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu. Dia tidak memilihmu atau bukan kau yang dia pilih. Di mana rasa malumu, saudariku?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menunjukkan cintamu pada lelaki lain…
Andai kita mendengar dan memahami perasaan lelaki. Wahai lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya. Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah?
Yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Maka tak perlu ada yang kaukhawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja sepanjang kalian tetap berada dalam naungan perintah dan batasan Tuhan.
Saudariku, sekali lagi, Alloh Yang Maha Mulia menciptakanmu dengan kemuliaan-Nya. Ia pun menganugerahimu kemuliaan. Kemuliaan seorang wanita berada pada puncaknya manakala ia mempertimbangkan pinangan seorang pejuang agama karena mengharap akan wajah Alloh.Seorang wanita akan jatuh martabatnya ketika memberi atau menerima cinta yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
Aku tak bermaksud menghalangimu mencintai seseorang. Ketahuilah, yang kucita-citakan tak lain adalah menjadi penghuni surga bersama kalian, para muslimah yang bisa menjaga kesucian, kehormatan dan harga dirinya. Itu saja.
Sampaikanlah kepadanya, "Barangkali saja kau yang akan memilihku belum kucintai saat ini. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, engkaulah yang kucinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan. Kalau ada cinta yang saat ini menggelayuti hati, ketahuilah, cinta adalah ujian dan marilah sama-sama kita jaga hati kita masing-masing hingga takdirNya yang akan menyelesaikan semuanya, insya Alloh."
Dari "Cintaku UTUH Tak Tersentuh" dengan sedikit coretan hati.
Senyum Dong
Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan seseorang.
Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus, adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman. Senyum lebih berharga dibanding hadiah dari seorang pria, lebih menarik dari lipstick dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita.
Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.
Senyum tidak membutuhkan waktu yang bertele-tele, namun membekas dalam ingatan sampai akhir hayat.
Cantik Itu...
Wanita cantik melukis kekuatannya lewat setiap masalahnya.
Ia mampu tersenyum di saat tertekan, ia dapat tertawa saat hatinya sedang menangis, memberkati di saat terhina, mempesona karena memaafkan.
Wanita cantik, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan.
Hanya UntukMu
Diantara segelintir lagu Indonesia yang masuk playlistku, Hanya Untukmu. Original Soundtrack film Medley besutan Ten2Five ini memang bagus banget menurutku. Sejak kemunculannya di tahun 2007, aku uda jatuh cinta dengan lagu ini. Cekidot dulu ya!
Ten 2 Five - Hanya Untukmu
inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...
mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...
haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
hanyalah untukmu
powered by lirik lagu indonesia
Lagunya so sweet banget, kan. Kukira kamu paham akan maksud lagu itu. Dari judulnya saja sudah bisa ditebak. Tentang kecintaan seseorang akan kekasihnya, kecintaan setelah penantian, pencarian, dan doa yang panjang (ceilah), dan cintanya itu cuma diberikan pada kekasihnya saja, tidak terbagi alias setia. Ya, kurang lebih seperti itu.
Hanya saja, terlalu berlebihan kalau kita memberikan cinta seperti lirik di atas hanya kepada si dia, yang hanya makhluk Alloh, seperti seorang pemuda kepada seorang gadis dan sebaliknya, kepada pasangan, suami atau istri. Cinta kepada Alloh-lah, kita harus sepenuh jiwa, harus total, harus all out!
Mengapa mencintai Alloh? Sederhananya, kita cekidot lagi liriknya!
Atas cintaNya, pemberian-pemberianNya, Alloh wajib dan pantas mendapat cinta dari diri kita. Kita tentu enggak akan membiarkan cintaNya bertepuk sebelah tangan, bukan? Sederhana saja, kalau kamu cinta sama seseorang tapi dianya ga cinta denganmu, menyakitkan, kan?
Nah, kalau belum sadar, ayo kita mulai sadar dari sekarang, cinta yang paling pertama dan paling utama yang wajib kita berikan itu pada Alloh. Adalah salah kalau hati dan pikiran kita lebih banyak diisi dengan cinta kita pada pasangan kita, yang sama-sama cuma makhluk Alloh. Kalau dibandingkan, jelaslah cintanya pada kita pun nggak ada apa-apanya dengan cinta Alloh pada kita.
Ngepasin sama lagu di atas, memang cinta kita hanyalah untuk Alloh, enggak mendua dalam arti menyekutukan Alloh. Ngakunya cinta sama Alloh tapi masih percaya layanan SMS ramalan bintang. Ngakunya cinta sama Alloh, tapi kalau beribadah masih ingin dilihat oleh orang lain, nah jangan sampai kita seperti itu. Saking pentingnya menghambakan dan menyerahkan diri kita padanya, Alloh telah mengirimi kita surat cinta, bunyinya seperti ini:
Selesai basa-basinya. Intinya yang ingin aku sampaikan:
1. Alloh mencintai kita, amat sangat cinta! jadi kita pun harus mencintai Alloh.
2. cinta kita yang paling besar dan paling utama wajiblah kita berikan pada Alloh, baru setelah itu cinta-cinta lainnya, cinta Rosul, ayah ibu, pasangan.
3. Alloh pantang “diselingkuhi”. Kalau doi minta kita setia, apalagi Alloh! Cuma kepada Allohlah kita harus ber-“Hanya UntukMu”.
Tips, boleh dicoba (engga juga engga dosa). Coba deh, dengerin lagu ini sekali lagi, tapi sambil mengingat dan mensyukuri nikmat-nikmat dari Alloh, ngga usah jauh-jauh, sejak kamu bangun tidur. Apa yang kamu rasakan? Mudah-mudahan kita makin syukur dan makin cinta sama Alloh.
Semoga bermanfaat.
Ten 2 Five - Hanya Untukmu
inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...
mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...
haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo
semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
hanyalah untukmu
powered by lirik lagu indonesia
Lagunya so sweet banget, kan. Kukira kamu paham akan maksud lagu itu. Dari judulnya saja sudah bisa ditebak. Tentang kecintaan seseorang akan kekasihnya, kecintaan setelah penantian, pencarian, dan doa yang panjang (ceilah), dan cintanya itu cuma diberikan pada kekasihnya saja, tidak terbagi alias setia. Ya, kurang lebih seperti itu.
Hanya saja, terlalu berlebihan kalau kita memberikan cinta seperti lirik di atas hanya kepada si dia, yang hanya makhluk Alloh, seperti seorang pemuda kepada seorang gadis dan sebaliknya, kepada pasangan, suami atau istri. Cinta kepada Alloh-lah, kita harus sepenuh jiwa, harus total, harus all out!
Mengapa mencintai Alloh? Sederhananya, kita cekidot lagi liriknya!
Mengenal Hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwaOrang iman pasti, dan wajib, mengenal Tuhannya, Alloh Subhanahu wa ta’ala, dan semua nama-namaNya yang biasa kita sebut Asmaul Husna. Ada 99, kamu hafal, kan. Diantaranya yang paling sering disebut yaitu Arrohman dan Arrohiim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Buktinya? Semua makhluk Alloh di dunia pasti diberi rezeki oleh Allah. Manusia, hewan, tumbuhan, yang iman, yang tidak iman, semua kebagian. Pasti, engga pake ‘insya Alloh’. Air, udara, kesempatan untuk hidup, itu semua hanya sedikit dari berjuta-juta nikmat yang telah Alloh berikan pada kita. Selain itu karena kita juga mengenal Alloh dengan nama Attawwabu, berarti Maha menerima taubat, maka hati pun akan merasa butuh untuk bertaubat ketika suatu saat kita melakukan dosa. Inilah, ketika kita mengenal Alloh, hati selalu diliputi rasa damai.
kaulah jawaban semua doaMemang betul, kan. Siapa lagi kalau bukan Alloh yang menjawab dan mengabulkan doa kita. Alloh itu kurang baik apa coba? Alloh nyuruh kita untuk berdoa, untuk minta semmmuuaa kebutuhan kita. Doa kita lantas dikabulkan, langsung atau ditunda. Kalau kita salah doa, dalam artian tidak mengetahui yang terbaik untuk kita, Alloh menggantinya dengan yang lebih baik. Tentunya kita harus semakin yakin bahwa kita ini umat yang dicintai oleh Alloh.
Atas cintaNya, pemberian-pemberianNya, Alloh wajib dan pantas mendapat cinta dari diri kita. Kita tentu enggak akan membiarkan cintaNya bertepuk sebelah tangan, bukan? Sederhana saja, kalau kamu cinta sama seseorang tapi dianya ga cinta denganmu, menyakitkan, kan?
Nah, kalau belum sadar, ayo kita mulai sadar dari sekarang, cinta yang paling pertama dan paling utama yang wajib kita berikan itu pada Alloh. Adalah salah kalau hati dan pikiran kita lebih banyak diisi dengan cinta kita pada pasangan kita, yang sama-sama cuma makhluk Alloh. Kalau dibandingkan, jelaslah cintanya pada kita pun nggak ada apa-apanya dengan cinta Alloh pada kita.
Ngepasin sama lagu di atas, memang cinta kita hanyalah untuk Alloh, enggak mendua dalam arti menyekutukan Alloh. Ngakunya cinta sama Alloh tapi masih percaya layanan SMS ramalan bintang. Ngakunya cinta sama Alloh, tapi kalau beribadah masih ingin dilihat oleh orang lain, nah jangan sampai kita seperti itu. Saking pentingnya menghambakan dan menyerahkan diri kita padanya, Alloh telah mengirimi kita surat cinta, bunyinya seperti ini:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَKatakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al Anam 162)
Selesai basa-basinya. Intinya yang ingin aku sampaikan:
1. Alloh mencintai kita, amat sangat cinta! jadi kita pun harus mencintai Alloh.
2. cinta kita yang paling besar dan paling utama wajiblah kita berikan pada Alloh, baru setelah itu cinta-cinta lainnya, cinta Rosul, ayah ibu, pasangan.
3. Alloh pantang “diselingkuhi”. Kalau doi minta kita setia, apalagi Alloh! Cuma kepada Allohlah kita harus ber-“Hanya UntukMu”.
Tips, boleh dicoba (engga juga engga dosa). Coba deh, dengerin lagu ini sekali lagi, tapi sambil mengingat dan mensyukuri nikmat-nikmat dari Alloh, ngga usah jauh-jauh, sejak kamu bangun tidur. Apa yang kamu rasakan? Mudah-mudahan kita makin syukur dan makin cinta sama Alloh.
Semoga bermanfaat.
Masih tentang Hamil
Wow, betapa sebuah mimpi yang berkesan. Aku bermimpi telah menjadi seorang wanita dewasa. Aku senang melihatnya. Maksudku, itu seperti melihat diri kita di kehidupan masa depan. Tapi bagian yang paling aku sukai adalah ketika dalam mimpiku, seorang teman dekatku ternyata hamil. Ia terlihat sangat cantik dalam balutan dress jingga dengan perutnya yang besar, kira-kira delapan bulan usia kehamilannya (serius?). Sangat berbeda dengan keadaannya di dunia nyata; tomboy, sedikit sembarangan namun tetap baik hati. Dalam mimpiku wajahnya bercahaya, senyumnya menawan, ah, cantik sekali dia. Benar-benar sebuah mahakarya Tuhan kita Allah Subhanahu wa ta’ala. Feminin, anggun, cantik, apalagi yang belum kuucapkan. Satu kata: sempurna.
Hamil? Hah? Anak (Si)Apa?
Apa kau percaya seorang ibu bisa melahirkan tanpa hamil? Aku menonton program TV Investigasi Selebriti Sabtu sore, 5 Maret 2011 dan temanya kali itu tentang ibu yang melahirkan tanpa hamil dahulu. Percaya atau tidak, tapi setidaknya itulah yang konon terjadi pada seorang ibu, seperti yang diberitakan dalam program TV tersebut. Kau mungkin bisa mengetahuinya lebih lanjut di sini
Ruqayyah binti Rasulullah SAW
Ruqayyah telah menikah dengan Utbah bin Abu lahab sebelum masa kenabian. Sebenarnya hal itu sangat tidak disukai oleh Khadijah ra.. Karena ia telah mengenal perilaku ibu Utbah, yaitu Umrnu jamil binti Harb, yang terkenal berperangai buruk dan jahat. Ia khawatir putrinya akan memperoleh sifat-sifat buruk dari ibu mertuanya tersebut. Dan ketika Rasulullah SAW. telah diangkat menjadi Nabi, maka Abu Lahablah orang yang paling memusuhi Rasulullah SAW. dan Islam. Abu Lahab telah banyak menghasut orang-orang Mekkah agar memusuhi Nabi SAW. dan para sahabat ra.. Begitu pula istrinya, Ummu Jamil yang senantiasa berusaha mencelakakan Rasulullah SAW dan memfitnahnya.
Khaulah binti Tsa’labah
Beliau adalah Khaulah binti Tsa`labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa`labah Ghanam bin ‘Auf. Beliau tumbuh sebagai wanita yang fasih dan pandai. Beliau dinikahi oleh Aus bin Shamit bin Qais, saudara dari Ubadah bin Shamit r.a yang beliau menyertai perang Badar dan perang Uhud dan mengikuti seluruh perperangan yang disertai Rasulullah saw. Dengan Aus inilah beliau melahirkan anak laki-laki yang bernama Rabi`.
Asma’ binti Yazid Bin Sakan (Orator Para Wanita)
Beliau adalah Asma` binti Yazid bin Sakan bin Rafi` bin Imri`il Qais bin Abdul Asyhal bin Haris al-Anshariyysh, al-Ausiyyah al-Asyhaliyah.
Beliau adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dien yang bagus dan ahli argumen, sehingga beliau menjuluki sebagai “juru bicara wanita”.
Beliau adalah seorang ahli hadis yang mulia, seorang mujahidah yang agung, memiliki kecerdasan, dien yang bagus dan ahli argumen, sehingga beliau menjuluki sebagai “juru bicara wanita”.
Subscribe to:
Posts (Atom)






