Jannati Wannar

Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Q.S. Al-A'raf: 43)

Iman

Sebab iman adalah tambatan hati yang menggema ke dalam seluruh ucapan dan laku perbuatan.

Quran Beloved

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al A'raf:52)

Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Ramadan Prep Guide for Busy People | Part 4: Clearing the Decks

So far, we've talked about preparing for Ramadan using the Sunnah of the Prophet ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) to get ourselves warmed up and ready to go for an all out 'ibadah assault in a few days.  We've also talked about planning and calendaring.  Could there possibly be anything else left to organize, prioritize, or calendarize?

Finish Up Last Minute Projects

We've spent a lot of time on our planners during this series – I hope you're making use of one outside of Ramadan.  Look at your non-critical projects and complete them to the furthest extent possible and close them until 'Īd.  If you're working out, it's time to go into maintenance mode and put your focus on 'ibadah.  If you can do more without compromising your 'ibadah, then go for it but remember 'ibadah is the ultimate goal this month.  Clean out your non-critical commitments and be focused.

Ramadan Prep Guide for Busy People | Part 3: Keeping on Track for 30 Days

The Secret Sauce of Successful People

Ramadan is known for its ups and downs.  Moonfighting arguments reach a fever pitch the days before Ramadan (magnified nowadays by social media), then drops like a rock once the fast begins.  Motivation for 'ibadah also peaks in the first few days like runners taking off at the beginning of a marathon, only to spiral downwards towards the middle, and only pick back up again in the last 10 days before the 27th night.
Rather than jumping up and down, we want consistent spirituality.  When the moonfighting starts, we consciously put shaytaan and our nafs on “unfollow” and we stop retweeting that spiritual muck.  We are calm before, during, and after Ramadan.  The same is true of our worship during.  It will increase, as it must, and it is consistent throughout as much as possible for all 30 days.  When it goes down post-Ramadan, it's a gentle drop rather than a frenetic effort to chuck all spirituality out the door post-''

Ramadan Prep Guide for Busy People | Part 2: Planning and Hitting Ambitious Goals Easily

It's great to have ambitious goals for Ramadan, but in order to achieve those goals, one must be able to deal with the challenges of Ramadan which include decreasing energy levels (from a combination of lack of food and sleep), decreasing enthusiasm in the middle of the month, and maintaining the rest of your commitments (work, school, kids, etc) while increasing the time commitment of your worship; and since you don't live in a vacuum, you have to reconcile your schedule with others who may depend on you for supporting them in their goals and vice versa.

Ramadan Prep Guide for Busy People| Part 1: Training Season

I'm all for uplifting messages that inspire us to put forth our best effort in worshiping Allāh subḥānahu wa ta'āla (glorified and exalted be He) during Ramadan.  However, in lands where people do not have the luxury of time and sleep post-suhoor, getting maximum benefit out of Ramadan requires a bit of doing before entering into the month full force.  With this in mind, the following is a series of posts covering:
Part 1 – Training Season:  The month of Ramadan can be as physical as it is spiritual, and the body needs time to adjust.  How can we “train” ourselves for the physicality of it beforehand?  What practices can we take from the Sunnah of the Prophet ṣallallāhu 'alayhi wa sallam (peace and blessings of Allāh be upon him) to help us?

No More Galau Penempatan

Baca status senior hari ini:
mungkin butuh konsul ke dokter mata , biar bisa cepet dapet mata pencaharian baru.

Fiuhh.. Another senior' sarcastic status. Saya sedikit prihatin dengan kegalauan kakak-kakak kelas tidak kunjung ditempatkan. Dari curhatan seorang kakak kelas, yang bisa saya terima, sebenarnya mereka bisa saja menandatangani kontrak di perusahaan lain. Hanya saja, karena mereka juga terikat dengan ikatan dinas yang mau tidak mau siap kapanpun dipanggil untuk penempatan, ya mereka tidak bisa menandatangani sembarang kontrak. Paling banter ya magang saja.


Sebagai mahasiswa tingkat akhir, pantaslah ya kalau kita ikut galau penempatan. Tapi kita kan sudah diajari untuk berdoa. Saatnya kita aktifkan senjata kita! toreet toreet...!

Trilemma Mahasiswa: Good Grades dan Ajang Pembuktian



Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Teman-teman lihat gambar di atas kan? Trilema mahasiswa. Wah, saya tersinggung. Job saya dibawa-bawa. Why mahasiswa?
Yup, sebagai mahasiswa dengan seabrek kegiatan, kebutuhan, keinginan, kita diberi kesempatan oleh Allah untuk mencapainya dalam waktu 24 jam setiap sehari. Well, sebenarnya bukan hanya mahasiswa, ibu rumah tangga juga diberi waktu 24 jam sehari. Begitu juga dengan yang lainnya, Pak Pos, tukang gorengan, sales obat, sama saja. Nah, dari 24 jam itu apakah kita bisa mengambil manfaat yang menunjang cita-cita kita?

Dari sekian target dan keinginan, ada 3 hal utama yang menjadi incaran mahasiswa, nilai yang baik, pergaulan yang luas dan tidur yang cukup (aduh, yang ketiga ini mah saya banget). The things is, menurut gambar ini, saya dan kamu yang statusnya mahasiswa, cuma bisa memilih dua diantara tiga. Sebagai contoh, kalo mau jadi bintang cumlaude di kelas (good grades) sekaligus gaul dan beken di antara teman-temanmu (social life), kamu musti mengorbankan waktu istirahatmu. Artinya mau tidak mau kita harus mengorbankan salah satu.

Apa? Mengorbankan salah satu? Seriously? Terus, saya harus memilih yang mana dong? Daripada lebay-lebay kamseupay ga jelas, lebih baik kita bahas satu-satu saja yuk, mana yang lebih penting untuk kita. Apakah itu GOOD GRADES? Ataukah SOCIAL LIFE? Bagaimana dengan ENOUGH SLEEP? So, temenin saya ngobrol tentang Good Grades dulu ya!

Memang, tidak semua orang setuju kalau kepandaian seseorang diukur dengan IP, tapi kenyataannya, lebih banyak orang yang senang mendapat nilai A bukan, daripada A- atau B+ deh. Kita ambil contoh saja, tidak usah jauh-jauh, di kampus saya. Di sana, IP menjadi begitu penting karena bisa menjadi penentu apakah ia masih boleh 'bermain' di sana. IP bagus, silakan lanjutkan perjalanan Anda. IP tidak bagus, silakan angkat koper Anda. Dropped out. Naudzubillahi mindzalik.

 وَقَالَ عَلِىٌّ كَرَّمَاللهُ وَجْهَهُ مَنْ اَرَادَ الْدُنْيَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ الْاٰخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ وَمَنْ اَرَادَ هُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ. وَرُوِيَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ خُيِّرَ سُلَيْمَانُ بَيْنَ الْمَالِ وَالْمُلْكِ وَالْعِلْمِ فَاخْتَارَ الْعِلْما فَاعُطِىَ الْمُلْكَ وَالْمَالَ لِاخْتِيَارِهِ الْعِلْمَ   *  ر.ابن عساكر


Dan ‘Ali (yang Allah telah memberi kemuliaan pada wajahnya) berkata, ‘Barang siapa yang menghendaki pada dunia, maka supaya mencarinya dengan ilmu, barang siapa yang menghendaki akhirat, maka supaya mencarinya dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat), maka supaya mencarinya dengan ilmu,’. Diriwayatkan dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, ‘Nabi Sulaiman diperintah (Allah) untuk memilih antara harta, kerajaann dan ilmu. Nabi Sulaiman memilih ilmu. Maka Nabi Sulaiman diberi kerajaan dan harta karena memilih pada ilmu. (khotbah hal.61)

Teman-teman, kita telah memiliki target untuk menjadi seorang profesional yang religius bukan? Untuk dapat dikatakan profesional kelak, kita harus memiliki ilmunya. Dan untuk menjadi seorang mubaligh/mubalighot, itu pun harus dengan ilmu (yaiya lah). Maka pada akhirnya, untuk mendapatkan ilmu tersebut, kita memang harus berproses.

Untuk menjadi seorang arsitek, seseorang harus meluangkan waktunya untuk kuliah dengan baik di bidang itu. Tidak hanya sekadar datang ke ruang kuliah, isi absen, selesai, pulang. Ia juga harus meluangkan waktunya untuk mengerjakan tugas yang diberikan dosen. Ia pun terkadang harus meluangkan waktunya untuk mengalami salah, mengulang kembali hingga ia semakin memiliki ilmu di bidang yang ia tekuni.
Begitu juga dengan seseorang yang ingin menjadi mubaligh/mubalighot, atau minimal paham agama (tidak menjadi mubaligh/mubalighot). Ia harus meluangkan waktunya datang ke masjid, belajar Alquran dan Alhadits, mendengarkan nasihat, dan berbagi pengalaman dengan teman-teman yang lebih paham.

Dari perspektif psikologi, manusia pada dasarnya senang dipuji (iya nggak?), haus akan penghargaan, lapar dengan pembuktian dan aktualisasi diri. Kaitannya dengan kesibukan kita sebagai mahasiswa, tentu saja penghargaan itu bisa dicapai kalau kita punya IP yang, well, setidaknya mencapai angka tiga koma. Bukan hanya sekadar selamat dari ancaman drop out atau sejenisnya.Minimal setidaknya kita dapat dengan bangga menunjukkan pada orang tua atau teman-teman, 'ini lho, IP aku segini'.

So, kita memang butuh apa yang dimaksud good grades itu. Terlepas dari faktor dosen, faktor keberuntungan, dan sebagainya, good grades bisa menjadi pembuktian atas ilmu yang ia miliki. Maka kita jangan sampai beralasan kalau kita tidak bisa punya good grades karena ingin memiliki “social life” dan “enough sleep”. Setuju?

Di kesempatan lain selanjutnya insya Allah kita akan ngebahas penting gak sih social life dan enough sleep buat kita. Just cekidot aja ya! Sampai jumpa, Assalamualaikum. :D

Rahasia 90/10: Bagaimana Kita Bereaksi

Di postingan sebelumnya, kita membahas tentang Rahasia 90/10. Bagaimana rahasia ini?
10% hidup kita adalah yang terjadi pada kita yang tak dapat kita hindari. Namun 90% hidup kita ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi dan bereaksi terhadap yang 10% itu.
Apakah artinya ini? Kita tak dapat mengendalikan 10% yang terjadi pada diri kita. Kita tak dapat menghindari sepeda yang rusak. Kita tak dapat menghindari pesawat yang datang terlambat, yang menyebabkan jadwal kita kacau. Kita mungkin terjebak macet. Kita tak dapat mengendalikan yang 10% ini.

Terapi Sabar: Rahasia 90/10

Ssst.. ini rahasia! Pernah mendengar rahasia 90/10? Rahasia 90/10 ini sungguh luar biasa lho, teman-teman! Sangat sedikit orang yang mengetahui dan menggunakannya. Hasilnya? Jutaan orang menderita stress yang tidak perlu, pencobaan, masalah, dan sakit hati. Tampaknya tak ada yang beres dalam hidup ini.

Tahan Uji

Jalan yg mulus dan lurus takkan menghasilkan pengemudi yg hebat.
Laut yg tenang takkan pernah menghasilkan pengemudi yg tanggu.
Langit yg cerah takkan pernah menghasilkan pilot yg handal.
Hidup yg tanpa masalah takkan pernah membuat orang menjadi kuat.
Karena itu, jadilah orang yg handal dan tahan uji dalam menerima tantangan hidup..!!
Allah menjadikan jalan hidupmu berbelok dan tidak mulus. Ada gelombang persoalan yg menghantam, langit yg kelam dan penuh awan serta badai..
Semua itu dibuat-Nya supaya engkau menjadi handal dan tahan uji dalam menghadapi hidup ini...
Maka,, Semangatlah...!!!!

share dari : Istri Sholihah

Senyum Dong


Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan seseorang.
Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus, adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman. Senyum lebih berharga dibanding hadiah dari seorang pria, lebih menarik dari lipstick dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita.
Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.
Senyum tidak membutuhkan waktu yang bertele-tele, namun membekas dalam ingatan sampai akhir hayat.

Hanya UntukMu

Diantara segelintir lagu Indonesia yang masuk playlistku, Hanya Untukmu. Original Soundtrack film Medley besutan Ten2Five ini memang bagus banget menurutku. Sejak kemunculannya di tahun 2007, aku uda jatuh cinta dengan lagu ini. Cekidot dulu ya!




Ten 2 Five - Hanya Untukmu

inikah rasanya
bilaku sedang jatuh cinta
setiap hela nafasku
bahagia...

mengenal hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah jawaban semua doa
semua yang kurasa
rizkyonline.com
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu
ooo..heyy...

haruskah diriku
bertanya pada bintang-bintang
pantaskahku mengharap cintanya
oo..ooo.ooo

semua yang ku mau
hanyalah dirimu
satu...
kaulah pelita
di dalam jiwa
semua yang kurasa
rindu dalam asa
di dekap cinta
hatiku untukmu

hanyalah untukmu


powered by lirik lagu indonesia

Lagunya so sweet banget, kan. Kukira kamu paham akan maksud lagu itu. Dari judulnya saja sudah bisa ditebak. Tentang kecintaan seseorang akan kekasihnya, kecintaan setelah penantian, pencarian, dan doa yang panjang (ceilah), dan cintanya itu cuma diberikan pada kekasihnya saja, tidak terbagi alias setia. Ya, kurang lebih seperti itu.
Hanya saja, terlalu berlebihan kalau kita memberikan cinta seperti lirik di atas hanya kepada si dia, yang hanya makhluk Alloh, seperti seorang pemuda kepada seorang gadis dan sebaliknya, kepada pasangan, suami atau istri. Cinta kepada Alloh-lah, kita harus sepenuh jiwa, harus total, harus all out!
Mengapa mencintai Alloh? Sederhananya, kita cekidot lagi liriknya!
Mengenal Hatimu
hadirkan indahnya dunia
kau bawa irama cinta di jiwa
Orang iman pasti, dan wajib, mengenal Tuhannya, Alloh Subhanahu wa ta’ala, dan semua nama-namaNya yang biasa kita sebut Asmaul Husna. Ada 99, kamu hafal, kan. Diantaranya yang paling sering disebut yaitu Arrohman dan Arrohiim, Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Buktinya? Semua makhluk Alloh di dunia pasti diberi rezeki oleh Allah. Manusia, hewan, tumbuhan, yang iman, yang tidak iman, semua kebagian. Pasti, engga pake ‘insya Alloh’. Air, udara, kesempatan untuk hidup, itu semua hanya sedikit dari berjuta-juta nikmat yang telah Alloh berikan pada kita. Selain itu karena kita juga mengenal Alloh dengan nama Attawwabu, berarti Maha menerima taubat, maka hati pun akan merasa butuh untuk bertaubat ketika suatu saat kita melakukan dosa. Inilah, ketika kita mengenal Alloh, hati selalu diliputi rasa damai.
kaulah jawaban semua doa
Memang betul, kan. Siapa lagi kalau bukan Alloh yang menjawab dan mengabulkan doa kita. Alloh itu kurang baik apa coba? Alloh nyuruh kita untuk berdoa, untuk minta semmmuuaa kebutuhan kita. Doa kita lantas dikabulkan, langsung atau ditunda. Kalau kita salah doa, dalam artian tidak mengetahui yang terbaik untuk kita, Alloh menggantinya dengan yang lebih baik. Tentunya kita harus semakin yakin bahwa kita ini umat yang dicintai oleh Alloh.


Atas cintaNya, pemberian-pemberianNya, Alloh wajib dan pantas mendapat cinta dari diri kita. Kita tentu enggak akan membiarkan cintaNya bertepuk sebelah tangan, bukan? Sederhana saja, kalau kamu cinta sama seseorang tapi dianya ga cinta denganmu, menyakitkan, kan?

Nah, kalau belum sadar, ayo kita mulai sadar dari sekarang, cinta yang paling pertama dan paling utama yang wajib kita berikan itu pada Alloh. Adalah salah kalau hati dan pikiran kita lebih banyak diisi dengan cinta kita pada pasangan kita, yang sama-sama cuma makhluk Alloh. Kalau dibandingkan, jelaslah cintanya pada kita pun nggak ada apa-apanya dengan cinta Alloh pada kita.

Ngepasin sama lagu di atas, memang cinta kita hanyalah untuk Alloh, enggak mendua dalam arti menyekutukan Alloh. Ngakunya cinta sama Alloh tapi masih percaya layanan SMS ramalan bintang. Ngakunya cinta sama Alloh, tapi kalau beribadah masih ingin dilihat oleh orang lain, nah jangan sampai kita seperti itu. Saking pentingnya menghambakan dan menyerahkan diri kita padanya, Alloh telah mengirimi kita surat cinta, bunyinya seperti ini:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. (Al Anam 162)

Selesai basa-basinya. Intinya yang ingin aku sampaikan:
1. Alloh mencintai kita, amat sangat cinta! jadi kita pun harus mencintai Alloh.
2. cinta kita yang paling besar dan paling utama wajiblah kita berikan pada Alloh, baru setelah itu cinta-cinta lainnya, cinta Rosul, ayah ibu, pasangan.
3. Alloh pantang “diselingkuhi”. Kalau doi minta kita setia, apalagi Alloh! Cuma kepada Allohlah kita harus ber-“Hanya UntukMu”.

Tips, boleh dicoba (engga juga engga dosa). Coba deh, dengerin lagu ini sekali lagi, tapi sambil mengingat dan mensyukuri nikmat-nikmat dari Alloh, ngga usah jauh-jauh, sejak kamu bangun tidur. Apa yang kamu rasakan? Mudah-mudahan kita makin syukur dan makin cinta sama Alloh.
Semoga bermanfaat.

Love for Me I

 “Aku tuh bodoh, kok, BIl. Nggak pantes masuk sekolah sebagus itu,”. Saat aku dan teman-teman membicarakan masa depan kami, terutama akan masuk perguruan tinggi mana nantinya kami, seorang teman berkomentar seperti itu. Komentar yang sarat pesimistisme, unconfidence, dan jahat.

Atau yang satu ini adalah pengalaman pribadi. Belakangan kegiatan belajarku berkurang gara-gara aku merasa minder karena prestasiku nggak secemerlang temanku yang uda nyampe olimpiade nasional. Aku kesulitan mengerjakan soal dan aku sama sekali nggak menyukainya. Dalam hati aku mengeluh kenapa bisa seperti ini sementara teman-teman belajar dengan baik. Menyedihkan, memalukan, dan seram. 

Tapi begitukah seharusnya aku bersikap? Aku kehilangan semangat dan konsentrasi belajar, kemudian merasa bodoh dan jelek, lalu aku menyalahkan keadaanku sendiri. Sementara mungkin orang lain tidak berpendapat demikian. Suka atau tidak suka aku memang telah berbuat begitu pada diriku sendiri. Aku benci aku yang lemot, aku kesal, aku marah. Hingga suatu hari dia, temanku yang pandai itu menginspirasiku dengan istilahnya: love for me. Cinta untukku. Cinta untukku? Cinta buat gue? Haha, ya, batinku. Kenapa aku tidak bisa mencintai diriku yang kurang. Kenapa aku nggak bisa menerima kalau aku memang tidak bisa mengejar kepandaian temanku.

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. (Q.S. Muhammad 47 ayat 35)

Betul juga, ya! Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencintai diri sendiri. Kita harus bisa mencintai diri lengkap dengan kurang dan lebihnya. Aku pikir-pikir ini juga merupakan langkah awal mewujudkan rasa syukur kita pada Allah yang ga boleh berhenti meski—naudzubillahi min dzalik—mendapat sedikit pun cobaan.
Mengeluh memang manusiawi, tapi kalau kita coba untuk menerima dengan lapang dada dan berusaha memperbaiki kekurangan, insya Allah ga akan sia-sia. Allah, kan Maha-Segala-Bisa, iya kaaan…! Cintai diri sendiri, hm…Cinta Allah dan Rasul juga! Cihuuyyy..


Tidur, I Love u!

Hey..hey..hey...! Let me keep talkin’! Baru aja aku manqul kitabul ahkam sama cewe2 Randukuning, tentu aja dengan Mbak Iis, mubalighot dari Balikpapan. Ternyata pas dengan tips yang baru kuposting. Hadist-na singkat, ko.

‘An Abi Harbi ibni Abil Aswad, ‘an Abi Dzarrin. Qoola inna Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi wasallam. Qoola lanaa idzaa ghodiba ahadu kum wahuwa qooimun, falyajlis. Fa in dzahaba anhul ghodhobu, wa inlaa falyadhthoji’ “ (Rowahu Dawud Kitabul Adab, Kitabul Ahkam halaman 38)

“Dari Abi Harbi ibni Abil Aswad, dari Abi Dzarrin. Berkata dia Abi Dzarrin: Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda pada kami: Ketika marah-marah salah satu kamu sekalian, dan dalam keadaan berdiri, maka hendaklah duduk. Maka jika hilang marah itu, (sudahlah). Dan jika tidak hilang, maka hendaklah tidur.”

Horree, emang bener, ya, tidur itu meredakan emosi kita. Haha!

GUdbay STRES!!

Saat jam pelajaran TIK Pak Suryanto, aku dan temen-temen diminta ngisi biodata buat PAS (Paket Aplikasi Sekolah). Lumayan ada waktu lima belas menit sebelum presentasi kimia di pelajaran selanjutnya, aku sama Vivi kabur ke perpus, nyari buku yang bisa dimakan.
Sampai di perpus, aku nemuin buku yang judulnya “Bagaimana Mengatasi Stress”. Pas kupegang, waduh, tebelnya 3 senti. Batinku, gini caranya yang ada nambah stress, bukan mengatasi. Begitu enegnya sampe engga baca sinopsis di belakangnya, penulisnya juga engga.

Naah, mumpung sekarang lagi engga stres, yu kita bikin list to do yang ngilangi stres, minimal mencegah stres, okay!

Yang pertama, Olahraga. Katanya sih bikin seger, tapi jarang tuh kulakuin, kan sibuk (sibuk apaan?) punya saran ga biar bisa rutin olahraga?

Alternatif lain ya Relaksasi. Caranya? Gampang! Bayangin yang enak-enak, contohnya, dapet duit, dapet nilai bagus, atau naik haji. Udah nyoba belom?


Yang penting, nih, Berpikir positif.
Dipikir-pikir, yah, kenapa juga pake buruk sangka, kan yang makan itu rasa kita sendiri, kita mau keuheul kaya apa juga orang sebelah juga ga ngerti, ya, nggak? Off the record, nih, dulu aku masih suka suudzon gitu, eugh, ternyata kejadian! Sepele, sih, waktu itu pelajaran bahasa Jawa, menceritakan pengalaman pribadi. Me? omigosh! apa yang bisa diceritain? Bisa mudheng utterance temen2 aja udah syukuuur… alhamdulillah, eh, suruh menceritakan pengalaman pribadi. Lha gue suudzon, nih. Batinku, “Wah, Pak Ripto pasti ngerjain aku!”
Eh, bener ajah! Duh, kalian bisa bayangin dong, gimana gayaku waktu ngomong bahasa jawa di depan kelas?

Masih stres, juga? Mm.. coba aja ngerjain hobi kamu! Kaya Afi, ade aku, kerjanya gambaaar mulu, kertas"ku aja diembat buat gambar. Sebulan sekali minta beliin pensil warna, dibeliin krayon malah boros, dibeliin pensil warna murahan, eman-eman gambarnya. Dibeliin yang mahal, eh, eman-eman duit yak!
Contoh lain,, nulis. Nulis apa aja, cerpen pelajaran, nulis resep, atau buat yang hobi ngaji, wah! Keren tuh! Itu hobi manfaat banget! Stres ilang, pengetahuan nambah, pahala, waduuh.. subhanallah! Yah, mudah-mudahan di aku juga bisa timbul niat hobi ngaji yah!

Ini dia, paling demen: Tidur
Katanya siapa, gitu…dengan tidur, otak menjadi rileks. Pikiran negatif terlupakan, saat terbangun biasanya pikiran kita jadi berbeda dari sebelumnya.
Kalau aku lagi kesel, ya tidur. Nanti abis bangun pasti seger lagi.
Oiya, cerita nih. Pernah, ya, aku tidur, lupa doa, gitu. Duh, aku tiba-tiba ngerasa ditindih! Uugh, sesak banget. Masak ditindih jin?! Hiii…. Karena ngantuk luar biasa, sebelum doa, aku bilang gini, “Eh, apa, ya? Lo siapa juga gue ga takut!Siapa? heh? Edward Cullen? Hayo, gue ladenin!” Ha… ha… ha… Robert Pattinson sih aku mau! Akhirnya, abis doa, aku bisa tidur dengan nyenyak nah, sebelum tidur, doa dulu, yaa!
I LOVE TIDUUUR! Haha… cantik-cantik ternyata tukang tidur!

Terakhir, tapi paling penting! BACA QURAN! Kenapa? Nih, dalilnya!

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Arra’du: 28)Udah deh, Quran sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW, adalah obat hati yang paling mujarab buat kita. Mau masalah materi? kesehatan? kebahagiaan? cinta? Ada jawabannya di AL Quran! Perlu bukti? Nah, baca Quran dong!

Lha, masih belum ilang juga stressnya? GAWAAT! Emang kamu mesti dikirim ke rumah sakit jiwa!

    • Popular
    • Categories
    • Archives