Showing posts with label Renungan. Show all posts
Showing posts with label Renungan. Show all posts
Kasih, Aku Memanggilmu
Kasih,
Dunia telah banyak berubah sepeninggalmu
Tak lagi kualami masa-masa sulitmu
Tak hanya hitam dan abu
Kini kulihat merah, jingga, ungu
Dan warna keindahan lain
Malam yang tak lagi menjadi pakaian
Biduan dan gemerlap dunia
Aroma sampanye dan shisha
Ilham yang kaudapat
Satu persatu menjadi nyata
Tetapi dunia seperti tak berpihak
Atau sengajakah ia membiarkan semua
Kasih,
Ah, pantaskah aku memanggilmu kekasih?
Aku mengaku kekasihmu namun tak banyak kumengingatmu
Aku mengaku kaulah tambatan jiwaku bahkan kuabaikan ajakanmu
Kekasih macam apakah aku ini?
Dan cintamu yang luas selalu bisa menyentuhku kembali
“Umatku, umatku,”
Kau tak urung mengkhawatirkanku di saat jiwa hendak berpisah raga
Empat belas abad bukanlah waktu yang singkat
Namun getar seruanmu tetap menggema dalam sukma
Kau telah lama hidup dalam lingkungan yang tak baik
Pahit getir perjuangan melawan upadaya
Yang menghalangimu membawa pesan surga
Namun kau bertahan
Dan umatmu semakin besar
Kau pun telah merasakan indahnya kemenangan
Telah kau sampaikan pula firman Tuhan sehingga ialah Islam, agama yang sempurna
Barangkali itu yang terbaik
Ia tak membiarkanmu berlama-lama di bumi
seperti para utusan pendahulu
Agar tidak hancur hatimu melihat masjid-masjid yang sepi di kala subuh
Agar tak ada risau di hatimu mendengar kesah
mereka yang menahan hartanya demi sabilillah
Duhai,
Maafkan aku karena menjadi kekasih yang tak baik
Namun izinkanlah aku berharap
Pertemuan kita kan menjadi nyata
Kan kulihat senyummu
Kupanggil engkau dengan bahasamu
Dan kau kenali aku
“Umatku,”
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ
وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
رواه مسلم ج ٣ ص ١٣٠
-dalam subuh merindu
15 Mei 2013
15 Mei 2013
ISLAM: Ingat Setelah Lahir Akan Mati
Jangan bangga berkulit putih karena kulit terakhir kita
adalah tanah.
Jangan bangga dengan rumah yang bagus dan besar karena rumah
terakhir kita kuburan.
Jangan bangga dengan pakaian kita karena pakaian terakhir
kita kain kafan.
Jangan bangga dengan mobil dan motor karena kendaraan
terakhir kita adalah keranda.
"Ya Alloh, aku berjalan di atas jalan yang aku sendiri tidak
berjalan di atasnya…"
Hati-hati, Durhaka pada Orang Tua!
Spesial untukku, adik-adikku, dan semua anak yang mencintai kedua orang tuanya.
Ingat dengan kisah Malin Kundang? Kisah tentang anak yang menjadi batu sebab tidak mengakui ibundanya yang miskin. Di masa taman kanak-kanak dulu, saya dan teman bergidik ngeri ketika mendengar ceritanya dari Ibu Guru. Saya juga pernah mendengar cerita serupa, Batu menangis. Saya mengetahuinya dari majalah yang setiap bulan dibelikan Bapak ketika pulang kantor kala itu. Ceritanya hampir sama, tentang anak yang menyebut ibunya sendiri pembantunya. Dengar-dengar batunya masih ada hingga saat ini di suatu tempat di Kalimantan Barat.
Dari cerita-cerita yang ada, saya menyimpulkan sendiri kalau anak yang durhaka itu anak yang tidak mengakui orang tuanya, atau anak yang bersikap kasar pada orang tua, bentuknya seperti menghardik, membentak, menendang orang tua, seperti ilustrasi yang ada di majalah.
Namun sejalan dengan usia saya yang semakin tua *eh*, saya menemukan bentuk-bentuk baru yang menurut saya bisa dikatakan durhaka terhadap orang tua. Apa saja itu?
Life is Short
Hidup itu singkat,
kesempatan tak datang setiap saat,
pengalaman adalah guru terbaik,
dan bersikap adil itu sangat sulit.
kesempatan tak datang setiap saat,
pengalaman adalah guru terbaik,
dan bersikap adil itu sangat sulit.
-Hippocrates (460-370 SM)
Kita di Hadapan Allah
Bismillahirrohmaanirrohiim.
Bukan aku siapa dan kau siapa
Sebab kita bukanlah apa-apa
Tercipta dari air yang dipancarkan
Datang dan berpulang dengan tangan hampa
Lalu, apa lagi yang patut kita sombongkan
di hadapan Tuhan?
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)
Mudah-mudahan bermanfaat.
Bukan aku siapa dan kau siapa
Sebab kita bukanlah apa-apa
Tercipta dari air yang dipancarkan
Datang dan berpulang dengan tangan hampa
Lalu, apa lagi yang patut kita sombongkan
di hadapan Tuhan?
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)
Sebuah renungan, betapa kecil dan tak berdayanya kita di hadapan Allah.
Jadi Akhwat Jangan Genit
Jadi Akhwat Jangan Genit
Pakai bedak kok sampe enam lapis
Maunya sih biar kelihatan manis
Belum lagi minyak wangi yang seember
Apalagi tujuannya kalau bukan biar para ikhwan lumer
Pakai bedak kok sampe enam lapis
Maunya sih biar kelihatan manis
Belum lagi minyak wangi yang seember
Apalagi tujuannya kalau bukan biar para ikhwan lumer
Semua untuk Allah
Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Dua hari yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan. Alhamdulillah, walau sempat hujan lebat, kami tetap dapat menikmati pemandangan di sana.
Sementara ibu dan adik-adik masuk ke dalam candi, kalau tidak salah ke Candi Apit, saya mengambil beberapa gambar. Saya kemudian melihat bapak hanya terdiam memandangi Candi Siwa, candi terbesar di kompleks candi. Saya pun mendekati beliau dan memasang wajah, "why so serious?"
Sementara ibu dan adik-adik masuk ke dalam candi, kalau tidak salah ke Candi Apit, saya mengambil beberapa gambar. Saya kemudian melihat bapak hanya terdiam memandangi Candi Siwa, candi terbesar di kompleks candi. Saya pun mendekati beliau dan memasang wajah, "why so serious?"
Menentukan Sekali!
Ini bukan tentang pembelaan.
Bikin salah itu biasa, wajar, apalagi sebagai manusia. Salah membaca resep makanan, salah memanggil seseorang, bahkan salah ketika menyampaikan kebenaran.
Tergesa-gesa, ceroboh, salah paham, dan seribu satu alasan sebenarnya bisa dimaafkan, tapi dengan satu syarat: ketika segala usaha, pengorbanan atau upaya daya sudah kita lakukan. All out. Sakpol kemampuan.
Sekali adalah kekhilafan. Dua kali, tiga kali dan seterusnya adalah kebiasaan. Bila ada niat baik yang ternoda kesalahan, tandanya kita belum sakpol kemampuan, belum all out, belum jor-joran.
Jangan khawatir. Bukan penghinaan , bukan pula sesuatu yang memalukan, ini adalah kesempatan—lebih tepatnya piihan. Menentukan sekali, jalan di tempat atau melangkah ke depan.
Hup hup!
Ketahuilah dan Ingatlah
R e n u n g k a n l a h
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga:
Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal
Bersamanya; Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali
Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar Suara Dari Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga:
Keluarga, Hartanya, Dan Amalnya
Ada Dua Yang Kembali Dan Satu Tinggal
Bersamanya; Keluarga Dan Hartanya Akan Kembali
Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.
Ketika Roh Meninggalkan Jasad...
Terdengar Suara Dari Langit Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia,
Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan,
Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia,
Atau Dunia Yang Telah Menguburmu."
Belajar dari Mujahidah Senja
Oleh: Miftahul Jannah
4 Mei 2006 06:06 WIB
Jika gelap datang tiba-tiba
Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terang-benderang
Sebijak apakah kita menyikapinya?
Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, ya… tidak sebelum dia benar-benar menginspirasi saya. Dia adalah kakak angkatan saya. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas, satu fakultas, satu jurusan, dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas, namun juga di bidang yang berbeda.
4 Mei 2006 06:06 WIB
Jika gelap datang tiba-tiba
Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terang-benderang
Sebijak apakah kita menyikapinya?
Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, ya… tidak sebelum dia benar-benar menginspirasi saya. Dia adalah kakak angkatan saya. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas, satu fakultas, satu jurusan, dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas, namun juga di bidang yang berbeda.
Tahan Uji
Jalan yg mulus dan lurus takkan menghasilkan pengemudi yg hebat.
Laut yg tenang takkan pernah menghasilkan pengemudi yg tanggu.
Langit yg cerah takkan pernah menghasilkan pilot yg handal.
Hidup yg tanpa masalah takkan pernah membuat orang menjadi kuat.
Karena itu, jadilah orang yg handal dan tahan uji dalam menerima tantangan hidup..!!
Allah menjadikan jalan hidupmu berbelok dan tidak mulus. Ada gelombang persoalan yg menghantam, langit yg kelam dan penuh awan serta badai..
Semua itu dibuat-Nya supaya engkau menjadi handal dan tahan uji dalam menghadapi hidup ini...
Maka,, Semangatlah...!!!!
share dari : Istri Sholihah
Laut yg tenang takkan pernah menghasilkan pengemudi yg tanggu.
Langit yg cerah takkan pernah menghasilkan pilot yg handal.
Hidup yg tanpa masalah takkan pernah membuat orang menjadi kuat.
Karena itu, jadilah orang yg handal dan tahan uji dalam menerima tantangan hidup..!!
Allah menjadikan jalan hidupmu berbelok dan tidak mulus. Ada gelombang persoalan yg menghantam, langit yg kelam dan penuh awan serta badai..
Semua itu dibuat-Nya supaya engkau menjadi handal dan tahan uji dalam menghadapi hidup ini...
Maka,, Semangatlah...!!!!
share dari : Istri Sholihah
Are You Moslem? Then Recite!
English Version of this post
In this life, we are often overwhelmed by the questions, how to live this life, how to run the religion as a Muslim. Well' it's natural as human being. We as human beings who expect the face of his Lord will certainly make every effort to do as God wants. And that's why God sent down the Qur'an as a guide and the Prophet Muhammad has left hundreds guidance recorded in the Hadith.
In this life, we are often overwhelmed by the questions, how to live this life, how to run the religion as a Muslim. Well' it's natural as human being. We as human beings who expect the face of his Lord will certainly make every effort to do as God wants. And that's why God sent down the Qur'an as a guide and the Prophet Muhammad has left hundreds guidance recorded in the Hadith.
After the Great Prophet's gone, the differences begin to arise. The latest is the discussion between me and my friend about the law of collective sacrifice.
Detik-detik Rasulullah SAW Menjelang Sakratul Maut
Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, meski langit telah mulai menguning,burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku."
Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba.
"Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu.Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar.
Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa. Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.
Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.
Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Teman Kamu
Semua orang bisa kita jadikan teman. Tetapi hanya satu atau dua orang yang bisa jadi sahabat dekat. Dan untuk memilih seorang sahabat dekat, sebaiknya akhwat memilih akhwat, ikwan memilih ikhwan, karena hanya sesama wanita yang mengerti setiap detail tentang wanita dan begitupun dengan pria. Jika ada yang berkata bersahabat dengan lawan jenis itu lebih cocok, itu hanya sedikit dari tipu daya syetan.
Kadang aku merasa terlalu dekat dengan seorang pria, tapi lebih sering menyadari pertemanan kami biasa saja. Kadang aku merasa terlalu akrab dengannya, tapi tak jarang juga kami bersikap dingin satu sama lain. Beberapa kali ia meminta bantuan padaku, tetapi aku lebih sering menyusahkannya.
Ada yang salah! Entahlah apakah ia menyadarinya. Tapi semoga saja ia tidak salah sangka.
Bila Al Qur'an bisa bicara!
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al A'raaf [7] : 36).Bila Al Qur'an bisa bicara!
Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra
Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?
Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.
Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...
Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku
Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah
Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.
Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selama melaluinya.
Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.
Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu
Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.
Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu
Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan biarkan aku sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"
Anda ingin menjadi DA'I SEJUTA E-MAIL, tolong anda kirimkan artikel ini kepada sesama muslim, baik keluarga, sahabat dan siapapun yang anda kenal atau silakan cetak untuk bacaan keluarga di rumah. Terima kasih
Billahit-taufiq wal-hidayah
Wassalamualaikum wr.wb
Anang M Yusuf
General Affairs Division
PT. Ericsson Indonesia
Long Journey, Simpangan yang Pertama
Lagi duduk-duduk di ruang kerja Bapak yang rapi sangadt (alay mode), aku mengambil selembar kertas di meja.
“Apaan nih,” batinku sambil membaca tulisan di kertas itu.aku langsung bergetar membacanya. Merinding! Aku penasaran, dari mana bapak dapat kertas ini. Dan kenapa? Ah, jangan ditanya kenapa deh, yang penting aku cukup dibuat waspada dan ingat! Karena modemnya dengan anteng nongkrong di colokan usb PC, langsung deh aku googling.
List pertama yang dikasih mbah google yaitu link ini. Selengkapnya baca ya!
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!
Sesaat sebelum mati, Anda akn merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.
0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya?....
Ih, syereeem. Dan bener banget kata si TS, apa yang mau kita sombongkan. Kita ini hanya manusia, lahir dalam keadaan hina. Dari mani, tem!
Kita datang ke dunia ga bawa apa-apa. Tumbuh jadi manusia yang biasa-biasa aja. Muka ga cantik-cantik amat, ga ganteng-ganteng amat, agama juga ga paham-paham amat. Kekayaan pun, Alloh juga yang memberi. Dan kita masih sombong?
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (AlBaqoroh: 25)
“Apaan nih,” batinku sambil membaca tulisan di kertas itu.aku langsung bergetar membacanya. Merinding! Aku penasaran, dari mana bapak dapat kertas ini. Dan kenapa? Ah, jangan ditanya kenapa deh, yang penting aku cukup dibuat waspada dan ingat! Karena modemnya dengan anteng nongkrong di colokan usb PC, langsung deh aku googling.
List pertama yang dikasih mbah google yaitu link ini. Selengkapnya baca ya!
INILAH PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH KITA:
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!
Sesaat sebelum mati, Anda akn merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.
0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya?....
Ih, syereeem. Dan bener banget kata si TS, apa yang mau kita sombongkan. Kita ini hanya manusia, lahir dalam keadaan hina. Dari mani, tem!
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata (An-Nahl: 4)
Kita datang ke dunia ga bawa apa-apa. Tumbuh jadi manusia yang biasa-biasa aja. Muka ga cantik-cantik amat, ga ganteng-ganteng amat, agama juga ga paham-paham amat. Kekayaan pun, Alloh juga yang memberi. Dan kita masih sombong?
Takut mati? Iya aku takut. Takut karena pasti suatu saat akan kualami yang namanya kematian. Waktunya saja yang masih ghoib.
...كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت
Kenapa takut? Bukannya mati itu pasti? Iya betul sih! The thing is bawa bekal apa aku kesana nanti? Apakah amalanku cukup untuk kutukar dengan surga. Kan setelah mati, hanya ada dua tempat, surga dan neraka. Kalau amalan kita cukup buat masuk surga, alhamdulillah.
وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا هَـٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (AlBaqoroh: 25)
Lah kalo engga (naudzubillahimindzalik)? Perkara amalan kita engga cukup buat masuk surga ga cuma selesai begitu aja. Kalo amalan kita ga cukup untuk masuk surga bukan kemudian kita ga masuk surga, terus bar, selesai gitu aja. "Yah, aku engga dapet surga, yaudahlah," bukan seperti itu, tem-tem. Mending kalo kita bisa milih, misal kita merasa ga pantas di surga gitu, karena amalannya kurang, kita kemudian minta, "Ya Alloh, saya gapapa deh, ga dapat surga, tapi jangan dimasukin ke neraka, ya Alloh,". Tapi gabisa dong. Masalahnya, ya itu tadi, karena di akhirat cuma ada dua tempat, surga atau neraka. Kalo engga kebagian surga, otomatis dilempar ke neraka, ngga bisa di tengah-tengahnya.
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. (Al Mu'minun: 104).
Nah, renungan ini jangan direnungin aja. Ayok, kita ibadah yang banyak, cari ladang pahala sebanyak-banyaknya, apalagi masi ada lima hari Romadhon! Semangat!!!
p.s. Alhamdulillahi jazakallohu khoiro to Arif S. untuk ralat ayat Annahl di atas.
p.s. Alhamdulillahi jazakallohu khoiro to Arif S. untuk ralat ayat Annahl di atas.
Cintamu Utuh Tak Tersentuh
Untuk Saudariku di jalan Alloh,
Jika ada yang bertanya bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan kujawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan rapi di lauhil mahfuzh..
Lantas apa yang perlu kaukhawatirkan, wahai sebaik-baik perhiasan dunia? Kau tak perlu mengejarnya yang belum pasti. Kehormatanmu, karena dirimulah mawar. Bukan mawar yang mengejar kumbang.
Jatuh cinta, aku pun mengalaminya. Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu. Tak pantas kita mengumbar perasaan yang belum halal untuk kita. Pikirkan seandainya dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang kau harap akan kautemui di sekolah, membuatmu menderita karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu. Dia tidak memilihmu atau bukan kau yang dia pilih. Di mana rasa malumu, saudariku?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menunjukkan cintamu pada lelaki lain…
Andai kita mendengar dan memahami perasaan lelaki. Wahai lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya. Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah?
Yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Maka tak perlu ada yang kaukhawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja sepanjang kalian tetap berada dalam naungan perintah dan batasan Tuhan.
Saudariku, sekali lagi, Alloh Yang Maha Mulia menciptakanmu dengan kemuliaan-Nya. Ia pun menganugerahimu kemuliaan. Kemuliaan seorang wanita berada pada puncaknya manakala ia mempertimbangkan pinangan seorang pejuang agama karena mengharap akan wajah Alloh.Seorang wanita akan jatuh martabatnya ketika memberi atau menerima cinta yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
Aku tak bermaksud menghalangimu mencintai seseorang. Ketahuilah, yang kucita-citakan tak lain adalah menjadi penghuni surga bersama kalian, para muslimah yang bisa menjaga kesucian, kehormatan dan harga dirinya. Itu saja.
Sampaikanlah kepadanya, "Barangkali saja kau yang akan memilihku belum kucintai saat ini. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, engkaulah yang kucinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan. Kalau ada cinta yang saat ini menggelayuti hati, ketahuilah, cinta adalah ujian dan marilah sama-sama kita jaga hati kita masing-masing hingga takdirNya yang akan menyelesaikan semuanya, insya Alloh."
Dari "Cintaku UTUH Tak Tersentuh" dengan sedikit coretan hati.
Jika ada yang bertanya bagaimana aku memandang perkara jodoh, maka akan kujawab, bagiku sama saja kau menanyakan keyakinanku tentang kematian..
Jodoh dan kematian adalah rahasia yang tersembunyi dalam tabir keghaiban-Nya, dan tersimpan dengan rapi di lauhil mahfuzh..
Lantas apa yang perlu kaukhawatirkan, wahai sebaik-baik perhiasan dunia? Kau tak perlu mengejarnya yang belum pasti. Kehormatanmu, karena dirimulah mawar. Bukan mawar yang mengejar kumbang.
Jatuh cinta, aku pun mengalaminya. Tapi tak pantas bagi kita mengumbar rasa itu. Tak pantas kita mengumbar perasaan yang belum halal untuk kita. Pikirkan seandainya dia yang kau cinta, yang mengganggu tidurmu, yang kau harap akan kautemui di sekolah, membuatmu menderita karena rindu, ternyata bukan atau mungkin tak kan pernah menjadi pendampingmu. Dia tidak memilihmu atau bukan kau yang dia pilih. Di mana rasa malumu, saudariku?
Lalu, apa masih mampu kau tatap wajah suamimu kelak dengan cinta yang seutuhnya jika ternyata dulu kau pernah menunjukkan cintamu pada lelaki lain…
Andai kita mendengar dan memahami perasaan lelaki. Wahai lelaki, tak cemburukah? Tak cemburukah? Tak cemburukah kau jika saat ini wanita yang kau pilih kelak sedang menyerahkan hatinya pada lelaki selainmu, namun ternyata kau yang akan meminangnya. Tak sakit hatikah bila ketika bersamamu, ternyata dia tengah membandingkanmu dengan sosok lain dalam hatinya? Tak sedihkah? Tak sakitkah?
Yang akan berlaku tetaplah ketetapan-Nya…. Maka tak perlu ada yang kaukhawatirkan. Semuanya akan baik-baik saja sepanjang kalian tetap berada dalam naungan perintah dan batasan Tuhan.
Saudariku, sekali lagi, Alloh Yang Maha Mulia menciptakanmu dengan kemuliaan-Nya. Ia pun menganugerahimu kemuliaan. Kemuliaan seorang wanita berada pada puncaknya manakala ia mempertimbangkan pinangan seorang pejuang agama karena mengharap akan wajah Alloh.Seorang wanita akan jatuh martabatnya ketika memberi atau menerima cinta yang tidak dipertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.
Aku tak bermaksud menghalangimu mencintai seseorang. Ketahuilah, yang kucita-citakan tak lain adalah menjadi penghuni surga bersama kalian, para muslimah yang bisa menjaga kesucian, kehormatan dan harga dirinya. Itu saja.
Sampaikanlah kepadanya, "Barangkali saja kau yang akan memilihku belum kucintai saat ini. Tapi ketahuilah, karena kau memilihku, engkaulah yang kucinta... Bukankah jatuh cinta adalah sebuah proses? Akan ada sebab, akan ada hal yang membuatku jatuh cinta padamu, dan kau pun akan mencintaiku.. Dan ketika itu terjadi, semua telah terangkai dengan indah dalam kerangka kehalalan, dalam ikatan pernikahan yang disebut mitsaqan ghalizhan. Kalau ada cinta yang saat ini menggelayuti hati, ketahuilah, cinta adalah ujian dan marilah sama-sama kita jaga hati kita masing-masing hingga takdirNya yang akan menyelesaikan semuanya, insya Alloh."
Dari "Cintaku UTUH Tak Tersentuh" dengan sedikit coretan hati.
Subscribe to:
Posts (Atom)





