Jannati Wannar

Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Q.S. Al-A'raf: 43)

Iman

Sebab iman adalah tambatan hati yang menggema ke dalam seluruh ucapan dan laku perbuatan.

Quran Beloved

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al A'raf:52)

Showing posts with label Quran Beloved. Show all posts
Showing posts with label Quran Beloved. Show all posts

No More Galau Penempatan

Baca status senior hari ini:
mungkin butuh konsul ke dokter mata , biar bisa cepet dapet mata pencaharian baru.

Fiuhh.. Another senior' sarcastic status. Saya sedikit prihatin dengan kegalauan kakak-kakak kelas tidak kunjung ditempatkan. Dari curhatan seorang kakak kelas, yang bisa saya terima, sebenarnya mereka bisa saja menandatangani kontrak di perusahaan lain. Hanya saja, karena mereka juga terikat dengan ikatan dinas yang mau tidak mau siap kapanpun dipanggil untuk penempatan, ya mereka tidak bisa menandatangani sembarang kontrak. Paling banter ya magang saja.


Sebagai mahasiswa tingkat akhir, pantaslah ya kalau kita ikut galau penempatan. Tapi kita kan sudah diajari untuk berdoa. Saatnya kita aktifkan senjata kita! toreet toreet...!

Penawar dari Tuhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim. 
Ini hari kesekian saya mengikuti perkembangan berita tentang artis dan narkoba. Ya, kita sedang membicarakan kasus yang sama. 
 Obat-obatan, yang saya tahu banyak orang yang menggunakannya untuk menghilangkan kesedihan, atau kesepian. Terutama untuk jenis MDMA atau ekstasi, obat itu memberikan efek stimulan seperti meningkatkan rasa senang, rasa percaya diri dan energi meningkat. Efek psikedelik meliputi perasaan kedamaian, penerimaan dan empati. Wajar saja kalau banyak orang menduga, mereka menggunakan obat-obatan tersebut untuk dopping. 
Kita semua tentunya bisa mengerti kalau setiap orang memiliki masalah masing-masing. Tetapi kita tidak bisa memberi toleransi kepada orang-orang yang menggunakan obat-obat terlarang sebagai pelarian. 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israa: 82)

 Allah telah memberikan solusi terhadap semua kegalauan hati. Allah telah menyerukan kepada kita untuk mendekatkan Alquran pada kita, bukan mendekatkan obat-obatan atau yang lainnya. Kita sebagai orang iman harus lebih banyak berusaha mempertebal keimanan agar tidak terpengaruh untuk mencoba hal-hal yang memudharatkan. 
Well, kasus artis dan narkoba ini tentunya menjadi pelajaran, siapapun bisa menjadi korban. Mari kita memohon perlindungan pada Allah agar barang-barang tersebut tidak mendekat kepada kita dan keluarga kita.

Petunjuk Allah Saja


“Halo, Kak!” aku berkata setelah istriku Naina memberikan telepon padaku. Aku meletakkan sendok dan menyudahi makan siangku.
Sebuah suara manja di seberang sana berseru menjawabku.
“Pa, Jani ganggu Papa, nggak, nih?”
Aku meneguk segelas air yang telah disiapkan istriku, “Enggak, Papa baru selesai makan, nih.”
“Papa sehat?”
“Alhamdulillah, Papa sehat, Mama juga,” aku melirik sekilas istriku yang memberi isyarat untuk memberikan gagang telepon padanya, “Mau bicara sama Mama?”
“Enggak, Pa, tadi pagi sudah ngobrol panjang sama Mama,”
Aku terbahak, “Nggak mau katanya, Ma,”. Aku mengedip genit pada istriku yang pura-pura ngambek.
“Kenapa kak?” tanyaku pada Janita, putri sulungku.

Kita di Hadapan Allah

Bismillahirrohmaanirrohiim.



Bukan aku siapa dan kau siapa

Sebab kita bukanlah apa-apa

Tercipta dari air yang dipancarkan

Datang dan berpulang dengan tangan hampa

Lalu, apa lagi yang patut kita sombongkan

di hadapan Tuhan?



وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)






Sebuah renungan, betapa kecil dan tak berdayanya kita di hadapan Allah.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Semua untuk Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dua hari yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan. Alhamdulillah, walau sempat hujan lebat, kami tetap dapat menikmati pemandangan di sana.
Sementara ibu dan adik-adik masuk ke dalam candi, kalau tidak salah ke Candi Apit, saya mengambil beberapa gambar. Saya kemudian melihat bapak hanya terdiam memandangi Candi Siwa, candi terbesar di kompleks candi. Saya pun mendekati beliau dan memasang wajah, "why so serious?"


Sampeyan Muslim? Ngaji!

Dalam hidup ini, kita sering diliputi pertanyaan-pertanyaan, bagaimana menjalani hidup ini, bagaimana menjalankan syariat agama sebagai seorang muslim. Ya, itu wajar. Kita sebagai manusia yang mengharapkan wajah Tuhannya pasti akan berusaha semaksimal mungkin berbuat seperti yang Tuhan mau. Dan untuk itulah Allah menurunkan Alquran sebagai petunjuk dan Nabi Muhammad telah meninggalkan ratusan tuntunan yang tercatat dalam hadits-haditsnya.

Selepas kepergian Nabi, mulailah timbul perbedaan-perbedaan. Yang paling dekat, diskusi antara aku dan temanku mengenai hukum kurban secara kolektif adalah salah satunya. 



Sebenarnya, masalah itu tidak perlu diperdebatkan, karena hukumnya sudah jelas. Aku juga telah memberi penjelasan mengenai hal tersebut di postinganku sebelumnya. Aku sangat menyayangkan kalau ada pihak yang secara tidak bertanggung jawab langsung menghukumi sesuatu tanpa berpegang pada dalilnya. Punya dasar apa mereka menghukumi sesuatu.


وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَـٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا 


Dan janganlah kamu mengikuti (mengerjakan) apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.  (Al-Israa': 36)

Agama islam itu bukan sekadar Question and Answer, bukan sekadar “bolehkah begini, bolehkah begitu”, “apakah hukumnya?”, “bagaimana hukumnya”, “wajib atau tidak”. Islam bukan seperti itu. Islam memiliki hukum-hukum yang mengatur segala sesuatunya.



Lantas, bagaimana kita bisa mengetahui hukum-hukum tersebut? Ada tiga: ngaji, ngaji, ngaji! Satu-satunya cara adalah kita harus mencari ilmu, bukan mencari, menuntut malah! Tentunya sumber yang paling valid, yang paling sah, dan terlengkap adalah Alquran dan Alhadits, bukan kitab karangan, buku-buku, atau jawaban-jawaban yang tidak menyertakan dalil atas pertanyaan-pertanyaan yang sering kita ajukan.



Dari ‘perdebatan’ itu, aku semakin yakin akan pentingnya mengaji Alquran dan Alhadits. Dengan mengaji, kita benar-benar mengetahui asal muasal suatu hukum dan bagaimana hukumnya. Andaikata aku tidak mengaji, tentu aku jadi ragu, apakah ibadahku sudah benar atau belum, dan mungkin aku akan percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan temanku. Tapi karena aku mengaji, aku yakin dan khusnudzonbillah bahwa ibadahku benar, sah, dan akan mendapat pahala yang Alloh janjikan pada hamba-hambaNya.



Satu lagi pentingnya mengaji. (Lagi) Aku ambil contoh diskusi dengan temanku mengenai qurban beberapa waktu lalu. Sebenarnya, temanku itu tidak seratus persen salah ketika mengatakan bahwa qurban kolektif itu tujuh orang untuk berqurban sapi, sepuluh orang untuk berqurban unta. Itu pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW, tapi bukan menjadi hukum bahwa qurban patungan maksimal harus sekian, sekian, atau sekian. Tapi sepertinya ia hanya sepotong-sepotong mengartikan hadits tersebut tanpa melihat bagaimana riwayatnya. Atau ia hanya membaca potongannya saja. Nah di sinilah pentingnya mengaji dengan cara manqul, musnad, muttasil. Kita akan mendapatkan semuanya secara komplit, mulai dari penjelasannya, teknisnya, larangannya, aturan-aturannya, lengkap. Kalau kita hanya mengetahui sepotong-sepotong, maka penafsirannya akan berbeda, contohnya, ya masalah qurban kolektif itu tadi, iya kan?


 يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِير


Niscaya Allah akan mengangkat derajat pada orang-orang yang beriman dari golongan kalian dan orang-orang yang diberi ilmu. Adapun Allah  tu waspada terhadap apa-apa yang kalian kerjakan. (AlMujadilah: 11)

Itulah mengapa, berulang kali kusiarkan pada teman-teman, ngaji yuk! Ayo kita mengaji Alquran dan Alhadits. Dengan mengaji Alquran dan Alhadits, kita akan mendapat kepahaman, kita jadi tahu mana yang benar, mana yang salah. Kita tidak akan terbawa arus, terbawa dengan pemikiran orang-orang karena jalan yang benar sudah ditunjukkan dalam Alquran dan Alhadits.

Kalau mengaku orang islam, tapi tidak mengaji, tidak mengetahui hukum-hukum agama Islam, apakah tidak malu pada Allah, Rasulullah, dan semua ciptaanNya?

Find the Answers, Search The Truth

Sometimes I quest,

“Why am I tried?”

Bila Al Qur'an bisa bicara!

 وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَا أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ
"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." (QS Al A'raaf [7] : 36).

 Bila Al Qur'an bisa bicara!

 Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
 Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
 Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
 Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
 Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

 Sekarang engkau telah dewasa...
 Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
 Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
 Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
 Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

 Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
 Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
 Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
 Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
 Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
 Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

 Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
 Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....
 Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
 Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
 Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
 Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

 Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah)
 Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
 Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
 Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
 Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

 Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
 Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
 Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
 E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
 Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu
 Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku

 Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
 Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
 Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

 Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
 Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
 Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
 Itupun hanya beberapa lembar dariku
 Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
 Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

 Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan?
 Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba
 Engkau akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
 Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selama melaluinya.

 Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
 Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
 Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
 Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
 Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

 Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
 Di kuburmu nanti....
 Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
 Yang akan membantu engkau membela diri
 Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu
 Dari perjalanan di alam akhirat
 Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
 Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

 Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
 Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
 Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
 Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

 Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
 Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
 Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
 Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

 Sentuhilah aku kembali...
 Baca dan pelajari lagi aku....
 Setiap datangnya pagi dan sore hari
 Seperti dulu....dulu sekali...
 Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
 Di surau kecil kampungmu yang damai

 Jangan biarkan aku sendiri....
 Dalam bisu dan sepi....

 "Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu, Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"

 Anda ingin menjadi DA'I SEJUTA E-MAIL, tolong anda kirimkan artikel ini kepada sesama muslim, baik keluarga, sahabat dan siapapun yang anda kenal atau silakan cetak untuk bacaan keluarga di rumah. Terima kasih

 Billahit-taufiq wal-hidayah

 Wassalamualaikum wr.wb

 Anang M Yusuf
 General Affairs Division
 PT. Ericsson Indonesia


Long Journey, Simpangan yang Pertama

Lagi duduk-duduk di ruang kerja Bapak yang rapi sangadt (alay mode), aku mengambil selembar kertas di meja.
“Apaan nih,” batinku sambil membaca tulisan di kertas itu.aku langsung bergetar membacanya. Merinding! Aku penasaran, dari mana bapak dapat kertas ini. Dan kenapa? Ah, jangan ditanya kenapa deh, yang penting aku cukup dibuat waspada dan ingat! Karena modemnya dengan anteng nongkrong di colokan usb PC, langsung deh aku googling.
List pertama yang dikasih mbah google yaitu link ini. Selengkapnya baca ya!

INILAH PROSES KEMATIAN DAN HANCURNYA TUBUH KITA:

Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!

Sesaat sebelum mati, Anda akn merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan n badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam n tenggorokan berkontraksi.

0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.

1 Menit
Darah berubah warna n otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.

3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.

4 – 5 Menit
Pupil mata membesar n berselaput. Bola mata mengkerut krn kehilangan tekanan darah.

7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.

1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku n rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.

4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.

6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.

8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.

24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.

36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.

3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.

8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.

Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.

Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.

Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa yg mau disombongkan org sebenarnya?....


Ih, syereeem. Dan bener banget kata si TS, apa yang mau kita sombongkan. Kita ini hanya manusia, lahir dalam keadaan hina. Dari mani, tem!
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ
Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata (An-Nahl: 4)

Kita datang ke dunia ga bawa apa-apa. Tumbuh jadi manusia yang biasa-biasa aja. Muka ga cantik-cantik amat, ga ganteng-ganteng amat, agama juga ga paham-paham amat. Kekayaan pun, Alloh juga yang memberi. Dan kita masih sombong?

Takut mati? Iya aku takut. Takut karena pasti suatu saat akan kualami yang namanya kematian. Waktunya saja yang masih ghoib.
...كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْت 
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati... (Ali'Imron: 185)

Kenapa takut? Bukannya mati itu pasti? Iya betul sih! The thing is bawa bekal apa aku kesana nanti? Apakah amalanku cukup untuk kutukar dengan surga. Kan setelah mati, hanya ada dua tempat, surga dan neraka. Kalau amalan kita cukup buat masuk surga, alhamdulillah.
 وَبَشِّرِ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ كُلَّمَا رُزِقُوا مِنْهَا مِن ثَمَرَةٍ رِّزْقًا ۙ قَالُوا هَـٰذَا الَّذِي رُزِقْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَأُتُوا بِهِ مُتَشَابِهًا ۖ وَلَهُمْ فِيهَا أَزْوَاجٌ مُّطَهَّرَةٌ ۖ وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: "Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu". Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya. (AlBaqoroh: 25)

Lah kalo engga (naudzubillahimindzalik)? Perkara amalan kita engga cukup buat masuk surga ga cuma selesai begitu aja. Kalo amalan kita ga cukup untuk masuk surga bukan kemudian kita ga masuk surga, terus bar, selesai gitu aja. "Yah, aku engga dapet surga, yaudahlah," bukan seperti itu, tem-tem. Mending kalo kita bisa milih, misal kita merasa ga pantas di surga gitu, karena amalannya kurang, kita kemudian minta, "Ya Alloh, saya gapapa deh, ga dapat surga, tapi jangan dimasukin ke neraka, ya Alloh,". Tapi gabisa dong. Masalahnya, ya itu tadi, karena di akhirat cuma ada dua tempat, surga atau neraka. Kalo engga kebagian surga, otomatis dilempar ke neraka, ngga bisa di tengah-tengahnya.
تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ   
Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat. (Al Mu'minun: 104).
Nah, renungan ini jangan direnungin aja. Ayok, kita ibadah yang banyak, cari ladang pahala sebanyak-banyaknya, apalagi masi ada lima hari Romadhon! Semangat!!!

p.s. Alhamdulillahi jazakallohu khoiro to Arif S. untuk ralat ayat Annahl di atas. 

Terapi Doa: Senjata Para Mukmin

Aku ingat suatu malam ketika Bapak mengerang kesakitan di bagian dadanya. Tak ada yang bisa kulakukan saat itu selain mengambilkannya air putih, minyak gosok, atau apapun yang kupikir bisa menghentikan sakitnya. Di tengah kepanikan itu aku melihat ibu berusaha terlihat tetap tenang dan berdoa walau kutahu beliau sangat khawatir. Lalu aku melihat Bapak yang juga membaca doa dengan mata terpejam menahan kesakitan. Aku pun akhirnya duduk di samping ibu, ikut berdoa, dan saat itulah aku merasa benar-benar bicara pada Allah. Aku meminta padaNya.

sumber: google

Terapi Solat

Aku sedang tidak membicarakan tentang kewajiban solat. Kau tahu, kita bukan lagi seorang anak umur tujuh tahun yang harus diperintah orang tuanya atau anak umur sepuluh tahun yang harus dipukul agar mau solat. Lagipula, aku berprasangka baik kau telah menetapi solat lima waktumu dengan baik.

وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ وَارْكَعُواْ مَعَ الرَّاكِعِينَ
"Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku' (berjamaah)." (Q.S. Albaqarah: 43)
sumber: google


Kali ini ada hal yang menarik tentang solat yang ingin aku bagikan padamu, masih dari Islam Therapy karya Muhammad Yunus. Kau barangkali telah mengetahuinya—atau belum—setidaknya kita punya pembicaraan yang bermanfaat.

Terapi Iman

Iman? Seingatku ketika aku belajar agama islam di sekolah, definisi iman pasti keluar dalam soal ujian. Iman artinya percaya, begitu buku pelajaran mengatakannya. Aku pun menulis hal yang sama ketika menjawab pertanyaan dalam ujian. Mengenal rukun iman juga menjadi kurikulum kelas satu SD semester satu—adikku kelas satu SD saat ini. Kalian pasti ingat bagaimana buku pelajaran menjelaskan iman kepada Allah. Ya, kau betul! Iman kepada Allah adalah percaya kepada Allah. Iman kepada malaikat adalah percaya kepada malaikat, bla bla bla… begitu seterusnya.
sumber: google

Hamil? Hah? Anak (Si)Apa?

Apa kau percaya seorang ibu bisa melahirkan tanpa hamil? Aku menonton program TV Investigasi Selebriti Sabtu sore, 5 Maret 2011 dan temanya kali itu tentang ibu yang melahirkan tanpa hamil dahulu. Percaya atau tidak, tapi setidaknya itulah yang konon terjadi pada seorang ibu, seperti yang diberitakan dalam program TV tersebut. Kau mungkin bisa mengetahuinya lebih lanjut di sini

Of Course, He is My Dad!

I was watching “Baby and I” stared by Jang Geun Suk in my boarding house. The film was about a father who did anything for his son whatever it took. The film touched my heart. It reminded me to my daddy, the man hundreds—maybe thousands—miles far from my current place.

Bagaimana Aku Melangkah?

Cita-citaku uuuu..
Ingin jadi profesor.
Bikin pesawat terbang.
Buatan sendiri.
nih, tongkronganku waktu kecil, Susan

Kencan di Malam Qodar

Kalau ada malam yang bikin degdegan, memang betul dan cuma ada satu. Bukan, bukan malam pertama, itu juga aku belum tau. Malam yang satu ini datangnya hanya sekali tiap tahunnya dan datangnya juga engga pasti kapan.

Yah, lailatul qodar. Atau “Malam Lailatul Qodar” disebut menurut citarasa Indonesia. Dobel-dobel yak! Lail kan artinya malam. Ntar jadinya ‘malam malam qodar’ atau the night of night of destiny (susye beneerr). Kata orang sih malam seribu bulan. Kata orang jangan dipercaya. Kata Alquran baru harus dipercaya (-.-)”


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
إِنَّآ أَنْزَلْنَٰهُ فِى لَيْلَةِ القَدْرِ ٭ وَ مَٰآ أَدْرَىٰكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٭ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٭ تَنَزَّلُ المَلَٰٓئِكَةُ وَ الرُّوحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمرٍ ٭ سَلَٰمٌ هِىَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الفَجْرِ

1. Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan
2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?
3. Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.
Ah, lihat apa yang telah Allah janjikan. Malam itu lebih baik dari 1000 bulan. Lebih baik. Jadi, jangan percaya kata orang kalau lailatul qodar itu malam seribu bulan.

Menurut satu riwayat, pada suatu zaman Bani Israil, ada seorang ahli ibadah yang selama seribu bulan ia isi dengan jungkir balik jumpalitan siang malam ibadah mencari ridho Allah. Nah, dengan turunnya ayat ini, Allah menegaskan bahwa lailatul qodar lebih baik daripada seribu bulan yang dikerjakan oleh ahli ibadah tersebut.

Subhanallah. Allah memudahkan kita mencari jalan menuju ridho-Nya. Sayang, kadang-kadang kita suka lupa bersyukur dikasih jalan yang mudah. Bayangin deh, seribu bulan atau mmm.. kira-kira kalau engga salah sekitar 83 tahun, seorang ahli ibadah terus-menerus ibadah mencari surga Allah. Dengan jungkir balik selama itu ternyata keutamaannya masih kalah dengan satu amalan orang iman di malam qodar. Maha suci Allah! Kita-kita yang belum nyampe dua puluh malah, terkadang masih asyik dengan kesenangan dunia. Kita, aku—dan barangkali teman-temin semua—menyibukkan diri untuk sekolah, atau cari uang, jalan-jalan, hepi-hepi sama sahabat, facebook-an, blogging dan...entahlah banyak banget kegiatan kita.

Kalau boleh main hitung-hitungan, seandainya kita mengerjakan satu amalan, contoh membaca quran di malam qodar itu, sudah berapa pahalanya ya? Misalkan kita membaca satu ayat aja الٓمٓ (alif laaam miiim, bukan alama) berarti ada 3 huruf yang dibaca. 3x (>1000)... wah, ya wallahu a’lam. Itu baru satu ayat. Kalau baca satu juz dua juz... subhanallah! Seandainya kita mencurahkan seluruh perhatian kita di malam qodar untuk baca quran, doa lailatul qodar, solat tasbih, sodaqoh fii sabilillah, berapa..berapa..berapa pahalanyaaaa. Seandainya... seandainya... seandainya bisa kulakukan...
Ketika itu ribuan malaikat datang dan meyaksikan kita, seperti tersurat dalam ayat 4 surat Alqodr. Mereka atas izin Allah mengatur segala urusan yang berkaitan dengan nasib manusia. Rezeki, untung baik, untung buruk, dan sebagainya. Lalu bila kita berdoa, makan malaikat ikut mengamini, oww betapa...(meratap)

Nabila kesurupan apa nih tiba-tiba khutbah tentang lalilatul qodar? Haha, sebenarnya tulisan ini hanya satu dari bentuk penyesalan. Ingat, sepanjang hari ini hujan kan? Tanda-tanda turunnya lailatul qodar salah satunya turun hujan. Kalau melihat tanda-tandanya, menurutku lailatul qodar jatuhnya tadi malam, malam ke-27. Entahlah, aku bisa saja salah. Tapi seandainya benar—wallahu a’lam—rugi banget karena rasanya masih banyak yang belum kulakukan tadi malam. I’tikaf saja cuma kuat melek sampe jam 12, lalu tidur sampe jam 1, lalu doa lailatul qodar (T.T). Mengingat begitu besar keutamaannya, lebih utama daripada ibadah jungkir balik 83 tahun, haaaa nyesel bangeeeeet.

Mudah-mudahan ada kesempatan bisa ketemu lagi dengan lailatul qodar alias malam qodar alias malam lailatul qodar. Ya Allah, saya mohon kesempatan untuk ‘berkencan’ di malam qodar-Mu. Amiin.

Randukuning D.I.P., malam ke-28 Ramadhan 1431 H

Love for Me I

 “Aku tuh bodoh, kok, BIl. Nggak pantes masuk sekolah sebagus itu,”. Saat aku dan teman-teman membicarakan masa depan kami, terutama akan masuk perguruan tinggi mana nantinya kami, seorang teman berkomentar seperti itu. Komentar yang sarat pesimistisme, unconfidence, dan jahat.

Atau yang satu ini adalah pengalaman pribadi. Belakangan kegiatan belajarku berkurang gara-gara aku merasa minder karena prestasiku nggak secemerlang temanku yang uda nyampe olimpiade nasional. Aku kesulitan mengerjakan soal dan aku sama sekali nggak menyukainya. Dalam hati aku mengeluh kenapa bisa seperti ini sementara teman-teman belajar dengan baik. Menyedihkan, memalukan, dan seram. 

Tapi begitukah seharusnya aku bersikap? Aku kehilangan semangat dan konsentrasi belajar, kemudian merasa bodoh dan jelek, lalu aku menyalahkan keadaanku sendiri. Sementara mungkin orang lain tidak berpendapat demikian. Suka atau tidak suka aku memang telah berbuat begitu pada diriku sendiri. Aku benci aku yang lemot, aku kesal, aku marah. Hingga suatu hari dia, temanku yang pandai itu menginspirasiku dengan istilahnya: love for me. Cinta untukku. Cinta untukku? Cinta buat gue? Haha, ya, batinku. Kenapa aku tidak bisa mencintai diriku yang kurang. Kenapa aku nggak bisa menerima kalau aku memang tidak bisa mengejar kepandaian temanku.

Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. (Q.S. Muhammad 47 ayat 35)

Betul juga, ya! Hal terbaik yang bisa dilakukan adalah mencintai diri sendiri. Kita harus bisa mencintai diri lengkap dengan kurang dan lebihnya. Aku pikir-pikir ini juga merupakan langkah awal mewujudkan rasa syukur kita pada Allah yang ga boleh berhenti meski—naudzubillahi min dzalik—mendapat sedikit pun cobaan.
Mengeluh memang manusiawi, tapi kalau kita coba untuk menerima dengan lapang dada dan berusaha memperbaiki kekurangan, insya Allah ga akan sia-sia. Allah, kan Maha-Segala-Bisa, iya kaaan…! Cintai diri sendiri, hm…Cinta Allah dan Rasul juga! Cihuuyyy..


GUdbay STRES!!

Saat jam pelajaran TIK Pak Suryanto, aku dan temen-temen diminta ngisi biodata buat PAS (Paket Aplikasi Sekolah). Lumayan ada waktu lima belas menit sebelum presentasi kimia di pelajaran selanjutnya, aku sama Vivi kabur ke perpus, nyari buku yang bisa dimakan.
Sampai di perpus, aku nemuin buku yang judulnya “Bagaimana Mengatasi Stress”. Pas kupegang, waduh, tebelnya 3 senti. Batinku, gini caranya yang ada nambah stress, bukan mengatasi. Begitu enegnya sampe engga baca sinopsis di belakangnya, penulisnya juga engga.

Naah, mumpung sekarang lagi engga stres, yu kita bikin list to do yang ngilangi stres, minimal mencegah stres, okay!

Yang pertama, Olahraga. Katanya sih bikin seger, tapi jarang tuh kulakuin, kan sibuk (sibuk apaan?) punya saran ga biar bisa rutin olahraga?

Alternatif lain ya Relaksasi. Caranya? Gampang! Bayangin yang enak-enak, contohnya, dapet duit, dapet nilai bagus, atau naik haji. Udah nyoba belom?


Yang penting, nih, Berpikir positif.
Dipikir-pikir, yah, kenapa juga pake buruk sangka, kan yang makan itu rasa kita sendiri, kita mau keuheul kaya apa juga orang sebelah juga ga ngerti, ya, nggak? Off the record, nih, dulu aku masih suka suudzon gitu, eugh, ternyata kejadian! Sepele, sih, waktu itu pelajaran bahasa Jawa, menceritakan pengalaman pribadi. Me? omigosh! apa yang bisa diceritain? Bisa mudheng utterance temen2 aja udah syukuuur… alhamdulillah, eh, suruh menceritakan pengalaman pribadi. Lha gue suudzon, nih. Batinku, “Wah, Pak Ripto pasti ngerjain aku!”
Eh, bener ajah! Duh, kalian bisa bayangin dong, gimana gayaku waktu ngomong bahasa jawa di depan kelas?

Masih stres, juga? Mm.. coba aja ngerjain hobi kamu! Kaya Afi, ade aku, kerjanya gambaaar mulu, kertas"ku aja diembat buat gambar. Sebulan sekali minta beliin pensil warna, dibeliin krayon malah boros, dibeliin pensil warna murahan, eman-eman gambarnya. Dibeliin yang mahal, eh, eman-eman duit yak!
Contoh lain,, nulis. Nulis apa aja, cerpen pelajaran, nulis resep, atau buat yang hobi ngaji, wah! Keren tuh! Itu hobi manfaat banget! Stres ilang, pengetahuan nambah, pahala, waduuh.. subhanallah! Yah, mudah-mudahan di aku juga bisa timbul niat hobi ngaji yah!

Ini dia, paling demen: Tidur
Katanya siapa, gitu…dengan tidur, otak menjadi rileks. Pikiran negatif terlupakan, saat terbangun biasanya pikiran kita jadi berbeda dari sebelumnya.
Kalau aku lagi kesel, ya tidur. Nanti abis bangun pasti seger lagi.
Oiya, cerita nih. Pernah, ya, aku tidur, lupa doa, gitu. Duh, aku tiba-tiba ngerasa ditindih! Uugh, sesak banget. Masak ditindih jin?! Hiii…. Karena ngantuk luar biasa, sebelum doa, aku bilang gini, “Eh, apa, ya? Lo siapa juga gue ga takut!Siapa? heh? Edward Cullen? Hayo, gue ladenin!” Ha… ha… ha… Robert Pattinson sih aku mau! Akhirnya, abis doa, aku bisa tidur dengan nyenyak nah, sebelum tidur, doa dulu, yaa!
I LOVE TIDUUUR! Haha… cantik-cantik ternyata tukang tidur!

Terakhir, tapi paling penting! BACA QURAN! Kenapa? Nih, dalilnya!

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Q.S. Arra’du: 28)Udah deh, Quran sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah kepada junjungan besar kita Nabi Muhammad SAW, adalah obat hati yang paling mujarab buat kita. Mau masalah materi? kesehatan? kebahagiaan? cinta? Ada jawabannya di AL Quran! Perlu bukti? Nah, baca Quran dong!

Lha, masih belum ilang juga stressnya? GAWAAT! Emang kamu mesti dikirim ke rumah sakit jiwa!

    • Popular
    • Categories
    • Archives