Jannati Wannar

Dan diserukan kepada mereka: "ltulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan." (Q.S. Al-A'raf: 43)

Iman

Sebab iman adalah tambatan hati yang menggema ke dalam seluruh ucapan dan laku perbuatan.

Quran Beloved

Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S. Al A'raf:52)

Showing posts with label Iman. Show all posts
Showing posts with label Iman. Show all posts

Subhanallah, skenario Allah itu sangat indah. Mungkin ada tawa, ada perih, ada tangis. Namun ketentuan Allah, itulah yang terbaik. Bagi mereka yang percaya, selalu ada barokah yang menyertainya. Insya Allah. Alhamdulillah. :)

Penawar dari Tuhan

Bismillaahirrahmaanirrahiim. 
Ini hari kesekian saya mengikuti perkembangan berita tentang artis dan narkoba. Ya, kita sedang membicarakan kasus yang sama. 
 Obat-obatan, yang saya tahu banyak orang yang menggunakannya untuk menghilangkan kesedihan, atau kesepian. Terutama untuk jenis MDMA atau ekstasi, obat itu memberikan efek stimulan seperti meningkatkan rasa senang, rasa percaya diri dan energi meningkat. Efek psikedelik meliputi perasaan kedamaian, penerimaan dan empati. Wajar saja kalau banyak orang menduga, mereka menggunakan obat-obatan tersebut untuk dopping. 
Kita semua tentunya bisa mengerti kalau setiap orang memiliki masalah masing-masing. Tetapi kita tidak bisa memberi toleransi kepada orang-orang yang menggunakan obat-obat terlarang sebagai pelarian. 

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ الظَّالِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

Dan Kami turunkan dari Al Quran suatu yang menjadi obat dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian. (Al Israa: 82)

 Allah telah memberikan solusi terhadap semua kegalauan hati. Allah telah menyerukan kepada kita untuk mendekatkan Alquran pada kita, bukan mendekatkan obat-obatan atau yang lainnya. Kita sebagai orang iman harus lebih banyak berusaha mempertebal keimanan agar tidak terpengaruh untuk mencoba hal-hal yang memudharatkan. 
Well, kasus artis dan narkoba ini tentunya menjadi pelajaran, siapapun bisa menjadi korban. Mari kita memohon perlindungan pada Allah agar barang-barang tersebut tidak mendekat kepada kita dan keluarga kita.

Rahasia 90/10: Bagaimana Kita Bereaksi

Di postingan sebelumnya, kita membahas tentang Rahasia 90/10. Bagaimana rahasia ini?
10% hidup kita adalah yang terjadi pada kita yang tak dapat kita hindari. Namun 90% hidup kita ditentukan oleh bagaimana kita menyikapi dan bereaksi terhadap yang 10% itu.
Apakah artinya ini? Kita tak dapat mengendalikan 10% yang terjadi pada diri kita. Kita tak dapat menghindari sepeda yang rusak. Kita tak dapat menghindari pesawat yang datang terlambat, yang menyebabkan jadwal kita kacau. Kita mungkin terjebak macet. Kita tak dapat mengendalikan yang 10% ini.

Kita di Hadapan Allah

Bismillahirrohmaanirrohiim.



Bukan aku siapa dan kau siapa

Sebab kita bukanlah apa-apa

Tercipta dari air yang dipancarkan

Datang dan berpulang dengan tangan hampa

Lalu, apa lagi yang patut kita sombongkan

di hadapan Tuhan?



وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (Q.S. Luqman: 18)






Sebuah renungan, betapa kecil dan tak berdayanya kita di hadapan Allah.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Semua untuk Allah

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Dua hari yang lalu, saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi Kompleks Candi Prambanan. Alhamdulillah, walau sempat hujan lebat, kami tetap dapat menikmati pemandangan di sana.
Sementara ibu dan adik-adik masuk ke dalam candi, kalau tidak salah ke Candi Apit, saya mengambil beberapa gambar. Saya kemudian melihat bapak hanya terdiam memandangi Candi Siwa, candi terbesar di kompleks candi. Saya pun mendekati beliau dan memasang wajah, "why so serious?"


Aku MencintaiMu Sepanjang Musim

Rahmat dan kasih sayang Allah kadang hadir dalam diri kita tak hanya berupa nikmat, tapi kadang dengan bentuk yang lain:
kemiskinan, kesempitan hidup, rasa kecewa dan tersakiti, dan datangnya penyakit.

Tapi jika ikhlas dan sabar, kita akan segera menemukan bentuk aslinya.
Bukankah Allah tak pernah sedikitpun menzalimi hambaNya?


Belajar dari Mujahidah Senja

Oleh: Miftahul Jannah
4 Mei 2006 06:06 WIB

Jika gelap datang tiba-tiba
Ketika kita telah begitu terbiasa dengan cahaya terang-benderang
Sebijak apakah kita menyikapinya?


Saya sebenarnya tidak terlalu mengenalnya dengan baik, ya… tidak sebelum dia benar-benar menginspirasi saya. Dia adalah kakak angkatan saya. Tidak banyak aktivitas bersama yang pernah kami kerjakan. Sekedar bahwa kami sama-sama kuliah di satu universitas, satu fakultas, satu jurusan, dan melibatkan diri di sebuah komunitas muslim fakultas, namun juga di bidang yang berbeda.

Saudariku, Ayo Berhijab!


Aku mendapatkan gambar ini dari seorang teman. Aku sangat berterima kasih padanya karena ia begitu peduli dengan wanita, khususnya cara kami berpakaian. pertama kali melihat gambar itu, aku tertawa. Itu loh, visualisasi wanita yang tidak berhijab. Lucu sekali penggambarannya, bahkan di situ digambarkan sambil bergaya, berbeda dengan gambar wanita berhijab yang berdiri dengan sopan. Gambar itu benar-benar jujur, menggambarkan realita yang ada bahwa masih banyak teman-teman kita yang masih berpakaian seperti itu.
Tapi yang bikin gambar itu sangat lucu buatku, aku seperti melihat diriku beberapa tahun yang lalu. Sebenarnya orang tua telah mengajarkanku berpakaian yang benar sesuai syariat. Ibuku memberi contoh dengan menggunakan pakaian yang benar juga. Beliau selalu memilih dan memakai pakaian yang longgar. Yaa, walaupun beliau tidak menyukai rok, beliau selalu memastikan memakai celana panjang yang lebar dan tidak ketat. beliau juga memakai blus yang panjang menutupi paha. Sementara Bapak, semenjak aku memutuskan untuk berjilbab ketika kelas 4 SD, bapak selalu membelikanku pakaian yang pantas dan sesuai syariat: longgar dan tidak menerawang. Beliau bahkan tak jarang menyertaiku ketika aku hendak membeli pakaian baru.
Aku pun bertambah usia, dan seiring waktu berlalu, Bapak mungkin berpikir aku sudah dewasa, sehingga beliau tidak lagi menentukan pakaian-pakaian yang harus aku kenakan. Akulah sendiri yang harus menentukan sendiri. Awalnya kupikir itu tidak masalah, toh aku rasa aku tahu bagaimana cara berpakaian yang baik.
Tetapi ketika di SMA, sekitar kelas sebelas atau dua belas, aku diejek temanku karena pakaianku. Mereka bilang pakaianku kuno dan terlihat seperti bu-ibu. Mungkin karena pengaruh pergaulan, akhirnya aku mulai berani memakai celana jins ketat. Yaa walaupun aku masih memakai blus panjang yang menutup paha. Kadang-kadang aku sendiri merasa tidak nyaman dengan pakaian itu, tapi aku sungguh benci diejek teman-teman karena pakaianku. Benar-benar aku telah menjadi korban mode.
Tapi semuanya berubah ketika aku lulus danpindah ke lingkungan yang baru. Aku berkenalan dengan seorang teman yang pakaiannya islami, longgar, ia selalu menggunakan rok panjang. Suatu hari ia pernah berkata, kalau kita tidak dapat menjaga aurat kita, maka itu akan menimbulkan dosa bagi diri kita sendiri dan bagi orang yang melihatnya.
Dari situ aku menyadari pentingnya berhijab, menutup aurat, dan itu adalah sebuah keharusan. Dan untuk pertama kalinya, aku mengerti mengapa Ibu dan Bapak begitu cerewet dalam mengatur urusan berpakaian kami, anak-anaknya.
Sejujurnya, aku belum bisa dikatakan telah berhijab dengan sempurna seperti dalam gambar itu. Ya, aku Cuma punya satu gamis. Tapi aku berusaha berpakaian sesuai syariat. Aku tak lagi memakai celana jinsku yang ketat itu. Aku mulai memakai rok panjang yang dipadu dengan blus atau kaus yang longgar. Saat ini aku sedang mencoba menggunakan jilbab yang lebih lebar. Walau sempat ditertawakan dan diangap berlebihan, aku tetap ingin melakukan apa yang menurutku benar.
Aku sungguh berterima kasih pada orang tuaku, karena dengan didikan dan tuntunan mereka sedari kecil, aku tidak terlalu kesulitan untuk berusaha berhijab. Karena terbiasa, barangkali. Juga pada temanku yang mengigatkanku pentingnya menutup aurat. Sungguh suatu nikmat dari Allah aku dipertemukan dengan teman-teman yang begitu baik dan membawa kebaikan.
Saudariku, mungkin kalian menganggap ini berlebihan. Tapi semua yang kulakukan saat ini tak lebih bahwa aku ingin menutup aurat seperti yang Allah ajarkan pada kita. aku ingin jadi muslimah sejati, dimulai dari cara berpakaian kita. Aku lebih bahagia kalau kalian pun memiliki pikiran yang sama sehingga kita bisa mencapai surga bersama-sama pula.

See translation on this page.

Eight Conditions of Muslimah Wearing

In one chance of recitation, I was told that there are eight conditions women have to do in dressing as muslimat. From the picture I’ve shown you before, we know seven conditions. They are as below.


  1. Clothing must cover the entire body, only the hands and face may remain visible.
  2. The material must not be so thin that one can see through it.
  3. The clothing must hang loose so that the shape/ form of the body is not apparent.
  4. The female clothing must not resemble the man’s clothing.
  5. The design of clothing must not resemble the clothing of the non believing women.
  6. The design must not consist of bold design which attract attention.
  7. Clothing should not be worn for the sole purpose of gaining reputation or increasing one’s status in society.
One additional condition is that the clothing must not be given any fragrant which can attract one who smells it.
Next time, Insha Allah I will give you verses of Quran and hadiths which underlie those condition.

Keep istiqamah! :D

Sisters, Let's Get Hijab!



I got this picture from my friend. I really thank to him because he really cares 'bout women, especially women's clothing and appearance. I first laughed when I saw this picture. The picture of three girls not in hijab, that's really funny. Even the picture shows that the girls pose like models. That picture "tells" the truth, the fact that there are so many girls still get dressed like that.
But what makes it really funny to me is because I see my self some years ago. Actually, my parents teach me to dress as well as muslimat should dress. My mother always use loose clothes. Well, she doesn't like using long skirt, she likes using trousers but she always makes sure that they're loose. She also uses blouses which are long and cover thigh.
My father, since I decided to use jilbab when I was in fourth grade, he used to buy me appropriate dresses: loose and not thin. He often accompanied me when I want to buy clothes.

Terapi Iman

Iman? Seingatku ketika aku belajar agama islam di sekolah, definisi iman pasti keluar dalam soal ujian. Iman artinya percaya, begitu buku pelajaran mengatakannya. Aku pun menulis hal yang sama ketika menjawab pertanyaan dalam ujian. Mengenal rukun iman juga menjadi kurikulum kelas satu SD semester satu—adikku kelas satu SD saat ini. Kalian pasti ingat bagaimana buku pelajaran menjelaskan iman kepada Allah. Ya, kau betul! Iman kepada Allah adalah percaya kepada Allah. Iman kepada malaikat adalah percaya kepada malaikat, bla bla bla… begitu seterusnya.
sumber: google

    • Popular
    • Categories
    • Archives