Wow, betapa sebuah mimpi yang berkesan. Aku bermimpi telah menjadi seorang wanita dewasa. Aku senang melihatnya. Maksudku, itu seperti melihat diri kita di kehidupan masa depan. Tapi bagian yang paling aku sukai adalah ketika dalam mimpiku, seorang teman dekatku ternyata hamil. Ia terlihat sangat cantik dalam balutan dress jingga dengan perutnya yang besar, kira-kira delapan bulan usia kehamilannya (serius?). Sangat berbeda dengan keadaannya di dunia nyata; tomboy, sedikit sembarangan namun tetap baik hati. Dalam mimpiku wajahnya bercahaya, senyumnya menawan, ah, cantik sekali dia. Benar-benar sebuah mahakarya Tuhan kita Allah Subhanahu wa ta’ala. Feminin, anggun, cantik, apalagi yang belum kuucapkan. Satu kata: sempurna.
Hamil? Hah? Anak (Si)Apa?
Apa kau percaya seorang ibu bisa melahirkan tanpa hamil? Aku menonton program TV Investigasi Selebriti Sabtu sore, 5 Maret 2011 dan temanya kali itu tentang ibu yang melahirkan tanpa hamil dahulu. Percaya atau tidak, tapi setidaknya itulah yang konon terjadi pada seorang ibu, seperti yang diberitakan dalam program TV tersebut. Kau mungkin bisa mengetahuinya lebih lanjut di sini
Of Course, He is My Dad!
I was watching “Baby and I” stared by Jang Geun Suk in my boarding house. The film was about a father who did anything for his son whatever it took. The film touched my heart. It reminded me to my daddy, the man hundreds—maybe thousands—miles far from my current place.
Dilema Pesan Singkat
“Thanks, ya, tadi aku sudah diterima dengan sangat baik, makasih banget…”
Setelah solat magrib, baru kubuka sms darimu. Ya, tentu saja aku berusaha menghormatimu dengan membalas ucapan terima kasihmu. Walau sebenarnya aku merasa sudah sepatutnya aku menerimamu sebagai tamu sebaik yang aku mampu.
| http://gugling.com/wp-content/uploads/2010/08/sms_thegadget.jpg |
Kembali ponselku berdering, kembali pula sms darimu muncul. Kurasa tak perlu kubalas, tapi apa iya kutinggal begitu saja? Terlalu lama berpikir, belakangan sms yang sama ternyata kembali kaukirim. Barangkali kaukira smsmu tak sampai atau bagaimana. Baiklah, aku balas saja pesanmu. Aku juga berusaha dengan berat hati bilang, kalau aku tak berniat membalas smsmu.
Jin dalam Mobil
Subscribe to:
Posts (Atom)